Suara.com - Saat sarapan, kebanyakan orang mungkin akan mencari makanan yang mudah dan cepat disantap. Beberapa orang juga ada yang punya kebiasaan minum susu setiap pagi.
Banyaknya jenis dan rasa dari produk susu di pasaran dapat membuat bingung konsumen dalam menentukan pilihan. Tetapi sebenarnya memilih susu bukan hanya soal merek dan rasa, lho. Tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan bahkan juga usia.
"Kita harus intervensi diri dulu. Kalau remaja tentu pertumbuhan tulang masih memungkinkan sampai awal dewasa. Hampir semua susu ada kolagen. Tapi terpenting harus ada mineral, kalsium, fosfor," kata Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., dalam webinar peringatan Hari Susu Dunia, Rabu (2/6/2021).
Berbeda lagi susu bagi orang lanjut usia (lansia). Susu bagi lansia bermanfaat untuk proses perbaikan dalam tubuh. Menurut prof. Hardinsyah, orang di atas usai 60 tahun kebanyakan kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Oleh sebab itu sebaiknya dipilih susu dengan kandungan gizi tersebut.
"Ini yang harus diberikan asupannya untuk memperbaiki daya ingatnya," imbuh prof. Hardinsyah.
Susu khusus ibu hamil dan ibu menyusui kuga tentu berbeda. Demikian pula susu formal khusus balita untuk membantu masa pertumbuhan.
Prof Hardinsyah mengatakan bahwa susu jenis apa pun boleh dikonsumsi selama tidak ada alergi atau gangguan laktor intoleran. Selain itu, memilih susu formula untuk balita sebaiknya diperhatikan label dalam kemasan dan disesuaikan dengan usia anam.
"Ada yang untuk 1 tahun, 2-3 tahun, 4 sampai 5 tahun. Maka Badan POM mensyaratkan harus mencantumkan peruntukan susu pada label. Karenanya kalau mau pilih susu dibaca dulu labelnya. Kalau untuk jumlahnya bisa 1-3 gelas per hari," ucapnya.
Sementara itu, Corporate Affair Director Frisian Flag Indonesia Andrew F Saputra mengatakan, semua jenis dan rasa Frisian Flag bisa dikonsumsi kapan pun, termasuk saat sarapan.
Baca Juga: Ibu Hamil Dilarang Minum Susu Kedelai, Fakta atau Mitos?
"Kami Frisian flag tahun depan akan ulang tahun yang ke 100. Kami berinovasi dengan berbagai macam format dan rasa. Ada susu bubuk juga susu cair siap minum. Rasanya bermacam-macam. Kita berinovasi dengan rasa yang lebih kekinian juga ada kental manis. Ini semua bisa dikonsumsi pagi hari sesuai dengan kebutuhan anggota keluarga," ucapnya.
Baik dikonsumsi seluruh anggota keluarga dari berbagai usia. Karenanya menurut Andrew, jika status gizi setiap keluarga di Indonesia tercukupi maka bisa meningkatkan kesejahteraan juga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?