Suara.com - Skoliosis atau kondisi kelainan tulang belakang kerap ditemukan pada anak sebelum menginjak masa pubertas, yaitu pada usia 10 hingga 15 tahun.
Dilansir dari Alo Dokter, skoliosis umumnya hanya menyebabkan masalah ringan. Namun dalam beberapa kasus, skoliosis dapat menyebabkan gangguan jantung, paru-paru, dan kelemahan pada tungkai.
Dikatakan General Practitioner with Master Orthopedi dr. Linda Hartaty, penderita skoliosis memiliki tulang melengkung lebih dari 10 derajat. Normalnya, manusia memiliki tulang belakang melengkung di bawah 10 derajat.
"Kelainan tulang ini memiliki tandanya, yaitu kelengkungan tulang belakang lebih dari sepuluh derajat. Dibanding dengan tulang belakang yang normal, memiliki range normal di bawah sepuluh derajat,” ungkapnya pada acara Scoliosis Apa, Mengapa, Dan Mengapa? Sabtu (5/6/2021).
Tercatat terdapat tiga persen populasi dunia yang menderita skoliosis. Sementara di Indonesia, tiga hingga lima persen penduduk dipercaya memiliki kondisi skoliosis.
"Indonesia memiliki penduduk yang banyak, jadi presentasi tiga sampai lima persen itu cukup banyak sebenarnya untuk kasus skoliosis. Bahkan lebih dari itu, karena banyak yang belum memeriksakan diri," kata dr. Linda Hartaty.
Ia mengatakan bahwa skoliosis terjadi pada bayi dan anak-anak sejak lahir.
"Fakta skoliosis dapat ditemukan pada bayi dan anak-anak, bahkan bisa muncul saat lahir dari usia 0-3 tahun,” katanya.
Selain itu, skoliosis lebih sering terjadi pada perempuan dibanding dengan laki-laki. Perbandingannya, lanjut dia, memiliki rasio 1,5:1 sampai 3:1.
Baca Juga: Putri Eugenie Mengenang Trauma Masa Kecil Pascaoperasi Skoliosis
"Dibanding dengan laki-laki, skoliosis lebih sering terjadi pada perempuan. Dan ini terus meningkat seiring bertambahnya usia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif