Suara.com - Sentra Vaksinasi Covid-19 Traveloka yang digelar pada 2-4 Juni 2021 lalu, telah melayani 4.844 penerima vaksin dosis pertama yang terdiri dari lansia, penyandang disabilitas, dan tenaga pengajar.
Bertempat di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang Selatan, melalui peresmian yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Sentra Vaksinasi Covid-19 Traveloka merupakan manifestasi kolaborasi dan sinergi lintas sektor yang erat antara pemerintah dengan swasta (public-private partnership).
Albert, Co-Founder Traveloka, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang terlibat dan turut menyukseskan gelaran yang menjadi bagian dari gerakan #JalanBersama Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh Traveloka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat serta Pemkot Tangerang Selatan atas izin dan kepercayaannya terhadap Traveloka dalam penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Covid-19 Traveloka di Tangerang Selatan. Dengan semakin banyaknya masyarakat di Tangerang Selatan yang mendapatkan vaksinasi, kami berharap herd immunity dapat segera terbentuk sehingga tujuan pemulihan sosio-ekonomi nasional dapat berjalan sesuai dengan rencana,” ujar Albert, mengutip dari siaran pers yang diterima Suara.com.
Tidak hanya memanfaatkan teknologi melalui platform Traveloka guna menghadirkan proses registrasi online yang mudah dan terjadwal dengan baik agar menghindari penumpukan, Traveloka juga turut berperan dalam menyediakan lokasi dan merancang tata laksana yang efisien.
Adapun vaksinasi dosis kedua bagi masyarakat Tangerang Selatan guna memenuhi kriteria vaksin yang ideal akan digelar kembali di lokasi yang sama pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2021.
Keseluruhan 4.844 penerima vaksin juga berhak mendapatkan perlindungan berupa produk asuransi secara gratis melalui produk Medishield Insurance. Perlindungan asuransi tersebut meliputi manfaat Santunan Tunai Rawat Inap dengan nilai pertanggungan Rp 150.000 per hari, selama maksimal 14 hari sejak waktu menerima vaksin, apabila penerima vaksin mengalami reaksi khusus setelah vaksinasi dan perlu menjalani perawatan di rumah sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI