Suara.com - Kabar duka datang dari dunia bulutangkis Indonesia. Pebulutangkis Markis Kido dikabarkan meninggal dunia. Legenda bulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia, Senin (14/6/2021).
Kabar duka Markis Kido meninggal dunia disampaikan Mantan humas PBSI Yuni Kartika dalam akun Twitternya.
Markis Kido meninggal dunia diduga karena serangan jantung.
"BREAKING NEWS!! Telah meninggal dunia salah satu pebulutangkis terbaik tanah air “Markis Kido”. Semoga amal dan ibadahnya diterima disisi Tuhan YME!! Amin. Selamat jalan Markis Kido…," tweetnya.
Lelaki kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 itu meninggal dalam usia 36 tahun. Satu hal yang jadi pertanyaan kemudian, mengapa henti jantung banyak terjadi pada usia muda?
Dilansir dari Mayo Clinic, sebagian besar kematian akibat serangan jantung terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, terutama mereka yang menderita penyakit arteri koroner. Henti jantung adalah penyebab utama kematian pada atlet muda, tetapi kejadiannya tidak jelas. Mungkin 1 dari setiap 50.000 kematian jantung mendadak setahun terjadi pada atlet muda.
Penyebab kematian jantung mendadak pada orang muda bervariasi. Paling sering, kematian disebabkan oleh kelainan jantung.
Karena berbagai alasan, sesuatu menyebabkan jantung berdetak tidak terkendali. Irama jantung abnormal ini dikenal sebagai fibrilasi ventrikel.
Beberapa penyebab spesifik kematian jantung mendadak pada orang muda meliputi:
Baca Juga: Markis Kido Embuskan Nafas Terakhir di Lapangan Bulu Tangkis, Usai Kena Serangan Jantung
Kardiomiopati hipertrofik (HCM).
Pada kondisi yang biasanya diturunkan ini, dinding otot jantung menebal. Otot yang menebal dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung, menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur (aritmia), yang dapat menyebabkan kematian jantung mendadak.
Kardiomiopati hipertrofik, meskipun biasanya tidak fatal, adalah penyebab paling umum kematian mendadak terkait jantung pada orang di bawah 30 tahun. Ini adalah penyebab kematian mendadak paling umum yang dapat diidentifikasi pada atlet. HCM sering tidak terdeteksi.
Kelainan arteri koroner.
Terkadang orang dilahirkan dengan arteri jantung (arteri koroner) yang terhubung secara tidak normal. Arteri dapat menjadi terkompresi selama latihan dan tidak memberikan aliran darah yang tepat ke jantung.
Sindrom QT panjang.
Gangguan irama jantung yang diturunkan ini dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan kacau, sering kali menyebabkan pingsan. Orang muda dengan sindrom long QT memiliki peningkatan risiko kematian mendadak.
Penyebab lain kematian jantung mendadak pada orang muda termasuk kelainan struktural jantung, seperti penyakit jantung yang tidak terdeteksi yang dibawa sejak lahir (bawaan) dan kelainan otot jantung.
Penyebab lainnya termasuk radang otot jantung, yang dapat disebabkan oleh virus dan penyakit lainnya. Selain sindrom long QT, kelainan lain pada sistem kelistrikan jantung, seperti sindrom Brugada, dapat menyebabkan kematian mendadak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan