Suara.com - Hingga kini pandemi Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 177 juta jiwa dan menyebkan lebih dari 3,8 juta kematian. Pandemi yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu masih terus berlangsung.
Sejumlah ahli masih terus memprediksi kapan pandemi Covid-19 berakhir. Tapi, jika berpikir bahwa Covid-19 adalah pandemi terakhir bisa jadi anggapan itu keliru.
Pandemi berikutnya yang telah mengintai dunia ialah resistensi antibiotik. Seperti diketahui, bahwa antibiotik merupakan komponen krusial di semua sistem kesehatan.
Di dalam artikel yang dipublikasikan The Lancet Global Health, tim penulis dari manajemen senior ReAct – Action on Antibiotic Resistance menyampaikan bahwa pendekatan sistem kesehatan nasional dan global merupakan hal krusial untuk menekan konsekuensi menakutkan dari resistensi antibiotik.
"Merupakan hal positif melihat masyarakat global berharap bahwa Covid-19 merupakan pandemi terakhir. Namun, kami sangat khawatir menyaksikan pandemi resistensi antibiotik yang terus berlangsung dan masih belum mendapat perhatian memadai dari pembuat kebijakan," kata Penulis utama dan Penasihat Senior ReAct, Profesor Otto Cars
Ia mengatakan bahwa semua pihak perlu segera bertindak, mengubah narasi mengenai resistensi antibiotik, dan tidak terlalu tergantung pada sistem inovasi yang ada untuk memperoleh terapi ampuh yang dibutuhkan
Dalam keterangan tertulisnya, peneliti mengatakan bahwa memastikan ketersediaan antibiotik yang efektif sebagai sumber daya global membutuhkan tanggung jawab politis lebih besar dalam waktu dekat. Ini juga memerlukan keterlibatan masyarakat di semua negara.
"Covid-19 telah mewujudkan kolaborasi global luar biasa, yang juga mendorong mobilisasi respons kebijakan yang dibutuhkan untuk mengatasi resistensi antibiotik.”
Sementara itu, Profesor Sujith J Chandy, Direktur ReAct Asia Pasifik mengatakan bahwa keterhubungan global dalam hal kesehatan, khususnya penyakit infeksi, tidak pernah terlihat nyata seperti saat ini.
Baca Juga: 4 Poin Klarifikasi BCL Soal Positif Covid-19, Bantah Tertular Gegara Liburan ke Bali
"Aksi nyata untuk atasi permasalahan resistensi antibiotik juga merupakan kebutuhan yang urgen. Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah yang antusias mengembangkan rencana aksi nasional. Namun rencana tersebut tidak dapat terlaksana akibat sumber daya yang tidak memadai.
Negara berpenghasilan tinggi perlu menunjukkan kepemimpinan global dengan mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat di semua sektor; membiayai pendekatan delinked terkini dalam pengembangan antibiotik baru; dan mengalokasikan sumber daya memadai untuk memperkuat kapasitas dan tata kelola penerapan rencana aksi nasional di negara-negara dengan sumber daya terbatas.
" Hal ini tidak saja membutuhkan mobilisasi sumber daya global dalam waktu singkat, tetapi juga komitmen jangka panjang nasional yang mengintegrasikan resistensi antibiotik dengan upaya pembangunan yang tengah berjalan," kata dia.
Profesor Chandy menyimpulkan, Covid-19 telah menunjukkan ketimpangan kesehatan global dalam hal akses terhadap pengobatan yang menyelamatkan nyawa dan tindakan profilaksis yang tepat waktu. Masyarakat dunia perlu belajar dari hal ini. Tujuan akhir dari upaya penanganan resistensi antibiotik seharusnya untuk memastikan akses berkelanjutan terhadap antibiotik yang efektif bagi semua orang.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini