Suara.com - Para ahli menemukan penggunaan inhaler asma bisa membantu mempercepat pemulihan virus corona Covid-19 dalam 3 hari.
Temuan ini seolah memberikan harapan baru, karena NHS bisa mengeluarkan alat kesehatan lain untuk menekan angka kasus rawat inap akibat Covid-19.
Rata-rata, pasien virus corona Covid-19 menjalani rawat inap di rumah sakit selama 8 hari. Tapi, penggunaan inhaler ini mungkin bisa mengurangi lamanya pasien rawat inap hingga 3 hari.
Saat ini, ada 1.316 orang dengan virus corona Covid-19 di Inggris yang menjalani rawat inap rumah sakit. Setiap harinya, ada 226 pasien virus corona Covid-19 yang masuk rawat inap.
Pekan lalu, dokter telah meresepkan inhlaer untuk asma kepada pasien virus corona berdasarkan kasus per kasus.
Tapi, Matt Hancock mengungkapkan orang yang tertular virus corona, setidaknya menghabiskan waktu 20 persen lebih pendek di rumah sakit karena vaksin Covid-19 yang didistribusikan.
Di samping itu, anggota parlemen Inggris justru berpendapat bahwa pemerintah harus lebih banyak menggunakan inhaler untuk mengatasi pasien Covid-19 rawat inap.
"Jika rata-rata pasien rawat inap di rumah sakit selama 8 hari dan Anda bisa menguranginya 3 hari hanya menggunakan inhaler, mengapa tidak untuk dilakukan?" kata Sir Graham Brady, anggota parlemen Tory di Grup Pemulihan Covid dikutip dari The Sun.
Jo Churchill mengatakan panduan klinis untuk budesonide yang dihirup sudah dikeluarkan. Ia menjelaskan bahwa obat itu telah diuji coba pada pasien virus corona yang belum menjalani rawat inap di rumah sakit dan berusia 65 tahun ke atas.
Baca Juga: Infeksi Jamur Hitam, Dokter Terpaksa Operasi Angkat Mata 3 Anak
Obat itu juga diujicobakan pada pasien Covid-19 usia 50 tahun ke atas yang memiliki masalah kesehatan mendasar. Hasilnya, Jo Churchill merekomendasikan penggunaan obat itu sebagai standar perawatan di Inggris.
Sebuah percobaan oleh Universitas Oxford juga menemukan pasien virus corona yang diobati dengan inhaler budesonide menjadi lebih cepat membaik. Mereka juga kecil risikonya menjalani rawat inap di rumah sakit.
Budesonide dijual oleh AstraZeneca sebagai Pulmicort dan bisa digunakan untuk mengobati kondisi lain, seperti paru-paru orang merokok.
Temuan inilah yang mendorong para ahli menyelidiki tentang kemampuan inhaler untuk asma dalam mengobati pasien virus corona Covid-19.
Adapun pengobatan yang tersedia untuk pasien Covid-19 sekarang ini, terdiri dari parasetamol dan bed rest.
Studi Oxford menemukan bahwa obat tersebut bekerja untuk orang-orang dari segala usia, termasuk mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar.
Penemuan ini dibuat oleh studi Prinsip Oxford, yang mengamati 4.700 pasien di seluruh negeri. Chris Butler, profesor perawatan primer di Oxford mengatakan temuan ini sangat menarik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI