Suara.com - Kabar baik bagi para pecinta kopi. Penelitian baru menunjukan bahwa mengkonsumsi tiga hingga empat cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko kanker hati.
Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis peer-review BMC Public Health. Para peneliti mempelajari kebiasaan minum kopi juga kesehatan hati hampir setengah juta orang di Inggris dalam database biomedis selama 11 tahun.
Subyek penelitian adalah laki-laki dan perempuan berusia antara 40-69 tahun. Sekitar 385.000 dari peserta penelitian merupakan peminum kopi berat.
Studi itu menemukan bahwa peminum kopi giling 21 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit hati kronis, 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit hati berlemak, dan hampir setengahnya lebih mungkin meninggal karena penyakit hati.
Sedangkan orang yang minum kopi bubuk atau kopi tanpa kafein terlihat lebih bermanfaat bagi hati daripada mereka yang minum kopi instan, menurut penelitian.
“Ini menegaskan dalam kelompok besar Inggris bahwa minum kopi melindungi terhadap penyakit hati yang parah,” kata Prof Paul Roderick, rekan penulis studi dari University of Southampton, dikutip dari Fox News.
Para peneliti mencatat bahwa tiga hingga empat minuman kopi setiap hari memiliki perlindungan paling besar terhadap penyakit hati di antara peserta penelitian yang lain.
Para penulis mengatakan hasil mereka mungkin dibatasi oleh demografi peserta sukarela, yang sebagian besar berkulit putih dan lebih makmur daripada populasi umum.
Vanessa Hebditch, dari British Liver Trust, mengatakan kepada The Guardian bahwa meskipun tampaknya bermanfaat, kopi tidak boleh dilihat sebagai senjata ajaib untuk kesehatan hati.
Baca Juga: Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Lancarkan Metabolisme
"Penting bagi orang untuk meningkatkan kesehatan hati mereka tidak hanya dengan minum kopi. Tetapi juga dengan mengurangi alkohol dan menjaga berat badan yang sehat dengan berolahraga dan makan dengan baik," tegasnya.
Kanker hati adalah kanker paling umum keenam di seluruh dunia, menurut World Cancer Research Fund. Organisasi itu mencatat bahwa kemungkinan minum kopi mengurangi risiko penyakit.
Studi terbaru juga menemukan bahwa minum kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung dan obesitas. Namun manfaat itu juga dapat hilang jika minum terlalu banyak, atau diikuti dengan konsumsi minuman manis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI