Suara.com - Pemerintah kini membolehkan masyarakat umum berusia di atas 18 tahun untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Bahkan beberapa kelompok sudah akan mendapatkan suntikan dosis kedua dalam waktu dekat.
Dilansir PinkVilla, ada sejumlah hal penting yang wajib Anda ketahui sebelum melakukan vaksinasi dosis kedua. Apa saja?
Risiko efek samping
Risiko efek samping tetap akan ada di suntikan kedua. Demam, nyeri, sakit kepala, hingga rasaa lemah bisa saja Anda rasakan.
Sebagian orang bahkan melaporkan gejala yang lebih berat daripada suntikan pertama. Jadi tetap hati-hati ya.
Cara meredakan efek sampng
Efek samping setelah mendapatkan dosis kedua kemungkinan besar akan hilang dalam 24-72 jam.
Disarankan agar Anda banyak istirahat, minum parasetamol jika demam dan minum banyak cairan untuk mengatasi efek samping secara efektif.
Tetap lakukan protokol kesehatan
Baca Juga: BPOM Akan Izinkan Vaksin Covid Untuk Anak, Dokter: Kita Masih Menunggu IDAI
Jangan langsung keluar rumah atau berkeliaran tanpa masker, setelah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua.
Vaksin membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk membangun perlindungan terhadap virus.
Selama dua minggu ini, dikatakan bahwa kekebalan seseorang relatif rendah karena tubuh sibuk membuat antibodi.
Jadi tetap ikuti protokol dan strategi keselamatan termasuk menjaga jarak sosial, memakai masker dan mempraktikkan kebersihan tangan yang baik untuk melindungi diri secara efektif dari virus COVID-19.
Berita Terkait
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di DKI Jakarta: Kolaborasi Menuju Nol Kematian 2030
-
Benarkah Vaksinasi Campak Bisa Picu Kecacatan Anak? Ini Penjelasan Dokter
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi