Suara.com - Pasangan selebriti Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ditangkap polisi karena dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Apa dampaknya bagi kesehatan?
Polisi Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan kabar penangkapan pasangan artis dan juga pengusaha tersebut.
Keduanya ditangkap di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu kemarin. Diduga, keduanya ditangkap karena mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Lalu, apa dampak sabu bagi kesehatan? Melansir dari Klik Dokter, ada beberapa efek samping jika seseorang menggunakan narkoba jenis sabu. Apa saja?
1. Bisa bikin boros keuangan
Jika seseorang mengalami kecanduan sabu, ini akan terus dilakukan dan membutuhkan uang yang cukup mahal.
Karena itu, menggunakan narkoba jenis sabu ini bisa bikin boros keuangan.
2. Bisa berisiko infeksi penyakit berbahaya
Salah satu dari penggunaan narkoba jenis sabu, ada beberapa efek penyakit berbahaya yang bisa terjadi pada seseorang. Mulai dari hepatitis A, hepatitis C, bahkan HIV/AIDS.
Baca Juga: Fakta Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Terkait Kasus Narkoba
3. Perubahan jangka pendek
Dampak buruk penggunaan sabu juga bisa terjadi pada perubahan jangka pendek. Antara lain nafsu makan berkurang, berat badan menurun drastis, insomnia, napas lebih cepat dan pendek, detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan suhu tubuh meningkat.
4. Perubahan jangka panjang
Selain itu, efek jangka panjang juga terjadi pada gizi buruk, kerusakan gigi, gatal, kelainan struktur dan fungsi otak, kehilangan memori, dan juga kebingungan.
5. Merusak kesehatan mental
Bukan merusak tubuh dan otak saja, memakai narkoba jenis sabu juga bisa merusak kesehatan mental.
Sejumlah masalah ini bisa terjadi jika seseorang menggunakan sabu, antara lain gangguan kecemasan, paranoid, tidak bisa membedakan kenyataan maupun imajinasi, sering berlaku kasar dan agresif.
Itulah lima dampak buruk penyalahgunaan sabu bagi kesehatan fisik dan mental.
Berita Terkait
-
BNN Sita Narkotika Senilai Rp211,4 Miliar dalam Operasi Saber Bersinar
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi