Suara.com - Kementerian Kesehatan masih memiliki tunggakan pembayaran klaim rumah sakit rujukan Covid-19. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes de. Rita Rogaya, Sp.P(K)., menyampaikan bahwa dari total anggaran 2020, baru 38 persen yang prosesnya telah selesai ditransfer ke rumah sakit.
"Lainnya tetap berjalan prosesnya, seperti sekarang kami akan melakukan proses secara bertahap untuk dan layanan tahun 2020 sebesar Rp 1,5 T dalam satu minggu. Ini akan kami transfer kepada rumah sakit. Jumlahnya sekitar 400 rumah sakit," jelas Rita dalam konferensi pers daring Kemenkes, Kamis (8/7/2021).
Rita menambahkan, pembayaran itu telah melalui review dan revisi dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Maka kami akan melakukan transfer ke rumah sakit. Memang prosesnya ini tidak mungkin Rp 1,5 T langsung saya proses. Kami butuh waktu, jadi untuk itu kami akan melakukan pembayaran melalui bank karena selesaikan maksimal sekitar 5 hari kerja," tuurnya.
Sementara untuk pelayanan selama 2021, Kemenkes juga telah menyiapkan biaya klaim sebesar Rp 800 miliar yang akan ditransfer ke rumah sakit.
"Jadi dalam waktu satu minggu ini kami akan segera pembayaran sekitar Rp 2,4 T," imbuhnya.
Rita menegaskan bahwa tidak ada penyetopan pembayaran klaim pengobatan untuk bulan layanan 2021. Pencairan biaya berjalan secara stimultan dengan menunggu juga review dan revisi dari BPKP.
"Pembayaran kita berjalan bersamaan dengan review BPKP. Jadi kami semua berjalan simultan untuk bulan layanan 2021. Kemudian bulan layanan 2020 yang di-review BPKP berjalan terus," ujarnya.
Baca Juga: Anak Buah Saweran di Ultah Moeldoko, Duit Rp150 Juta Terkumpul Buat Petugas TPU Covid
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa