Suara.com - Mata bintitan adalah benjolan seperti bisul atau jerawat di kelopak mata atau di sekitar mata yang berisi nanah. Bintitan ini bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri dan robekan yang tak enak dipandang.
Kebanyakan orang mengira mata bintitan disebabkan oleh kebiasaan sering mengintip orang lain.
Padahal sebenarnya tidak demikian. Anda tidak bisa mencegah bintitan karena sering kali disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi folikel bulu mata atau kelenjar kelopak mata.
Penyebab mata bintitan yang paling umum adalah bakteri staphylococcus. Anda juga lebih berisiko terkena bintitan jika menderita blefaritis atau rosacea jangka panjang.
Umumnya, bintitan tidak berbahaya dan akan hilang sendiri dalam beberapa minggu, tapi Anda juga tidak boleh mendiagnosis sendiri. Jika kulit di sekitar bintitan membengkak dan merah, bintitan mungkin berisi nanah kuning.
Bintitan mungkin akan membuat mata memerah, tapi tidak akan mengganggu penglihatan Anda. Selain itu, kondisi ini biasanya hanya memengaruhi satu sisi mata, jarang sekali lebih dari satu mata dalam satu waktu.
NHS merekomendasikan untuk menemui dokter umum, jika bintitan terasa menyakitkan, bengkak atau mempengaruhi penglihatan Anda.
Cara menghilangkan bintitan
Berikut ini dilansir dari Express, 3 langkah untuk mengurangi pembengkakan dan membantu menyembuhkan bintitan.
Baca Juga: Sherina Munaf Positif Covid-19, Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Paket?
- Rendam kain bersih di dalam air hangat
- Kompres kain yang sudah direndah air hangat pada mata yang bintitan selama 5 hingga 10 menit
- Ulangi cara ini sebanyak 3 sampai 4 kali sehari.
Pastikan Anda juga mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol atau ibuprofen jika rasa sakitnya sangat parah. Hindari pemakaian lensa kontak dan riasan mata agar bintitan cepat sembuh.
Jangan pernah memecahkan benjolan bintitan dan mencabut bulu mata karena bisa menyebarkan infeksi. Anda bisa membantu mempercepat proses penyembuhan dan menghindari bintitan di kemudian hari dengan menjaga kebersihan mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli