Suara.com - Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, telah dialihfungsikan menjadi rumah sakit (RS) cadangan Covid-19 sejak 10 Juli 2021. Gedung yang awalnya digunakan sebagai tempat transit calon jemaah Embarkasi Jakarta sebelum diberangkatkan ke Mekah saat musim haji tersebut hanya dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang dalam kondisi sedang hingga berat.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengatakan, sebelum datang ke RS Asrama Haji Pondok Gede untuk meminta perawatan, pasien Covid-19 terlebih dahulu harus mengurus data pada aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional (Sisrutenas).
"Sisrutenas ini diisi oleh rumah sakit atau Puskesmas terdekat dari tempat tinggal pasien. Melalui aplikasi ini nanti akan ada rujukan dan bisa dilihat riwayat dari pasien sehingga ketika berkunjung kesini bisa mendapatkan penanganan yang sesuai," kata Abdul Kadir, dikutip dari situs resmi Kementerian Agama.
Ia menambahkan, rumah sakit tersebut telah memiliki 350 tenaga kesehatan yang berasal dari berbagai daerah, 78 di antaranya merupakan dokter spesialis.
"Nakes yang kami tugaskan merupakan tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya dan semua menginap di asrama," ujar Kadir.
Ada lima gedung yang disiapkan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Satu gedung di antaranya sudah digunakan untuk perawatan intensif pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat, yakni Gedung Arafah. Terdapat dua gedung lainnya yang digunakan sebagai tempat tinggal para tenaga kesehatan.
Diungkapkan Kadir bahwa pengelolaan manajemen RS Asrama Haji merupakan perpanjangan dari beberapa rumah sakit. Yakni, RS Dharmais, RS Harapan Kita, RS Kota, RS Marzoeki Mahdi Bogor, serta RS Ibu dan Anak Bunda.
"Kita mengoptimalkan semua pelayanan di seluruh gedung yang ada di asrama haji, menyiapkan tempat sebanyak-banyaknya, ekstensi (perluasan) rumah sakit di bawah agar kita dapat memonitor secara langsung dan tentunya lebih terkoordinir," ucap Kadir.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah menginformasikan bahwa RS Cadangan Covid-19 Asrama Haji itu berkapasitas 900 kamar. Juga akan dibangun 50 kamar, sehingga total akan ada 950 tempat tidur.
Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Bagikan Obat Gratis Bagi Pasien Covid-19 Isoman, Ini Syaratnya
Budi juga melakukan instruksi agar semua IGD diubah menjadi ruang isolasi sehingga bisa langsung menampung pasien. Sementara IGD yang dibangun di luar gedung rumah sakit dengan bekerjasama bersama BNPB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal