- Saat ini mengelola 7.000 ekor sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara.
- Rencana investasi tambahan untuk 4.000 ekor sapi guna meningkatkan pasokan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN).
- Digitalisasi di Tempat Penampungan Susu (TPS) terus digenjot untuk menjaga standar protein dan kesegaran susu dari peternak lokal.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan industri pengolahan susu nasional siap mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesiapan tersebut ditopang peningkatan kapasitas produksi serta penerapan teknologi industri 4.0 di sektor pengolahan susu.
Penguatan kapasitas produksi salah satunya dilakukan melalui investasi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk senilai Rp 1,14 triliun. Investasi ini diarahkan untuk memperkuat pasokan susu UHT yang akan digunakan dalam mendukung program MBG.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri pengolahan susu memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah.
“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Agus dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1/2026).
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter.
Lini produksi itu dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Penambahan lini produksi baru dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan penerapan teknologi industri 4.0 telah diterapkan di pabrik Ultrajaya.
“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.
Teknologi yang digunakan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).
Baca Juga: Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026
Selain itu, pabrik tersebut dilengkapi fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration. Fasilitas ini memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.
Dari sisi hulu, Ultrajaya memperkuat pasokan bahan baku susu segar melalui pengelolaan dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah. Perusahaan juga menyiapkan rencana investasi tambahan untuk 4.000 ekor sapi perah guna meningkatkan pasokan susu segar dalam negeri.
Ke depan, Kemenperin terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik guna mendukung target Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah juga mengajak Ultrajaya mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Menhub Kesal Banyak Truk Masih Wara-wiri Saat Mudik Lebaran
-
Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
-
Proyek Geothermal Kamojang Digenjot, Rampung 2 Bulan Lebih Cepat
-
Emas Antam Diproyeksi Turun, Cek Ramalan Harganya untuk Pekan Depan
-
Nasabah Diminta Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri, Salah Satunya Promo Belanja
-
BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
-
Emiten SMRA Sulap 850 Hektare di Gading Serpong Jadi Kawasan Hunian Terpadu