- Tendon Achilles menghubungkan otot betis ke tumit, cedera ditandai nyeri belakang tumit, sering salah dikira kelelahan biasa.
- Penyebab cedera meliputi peningkatan latihan mendadak, sepatu tidak sesuai, otot tegang, atau kondisi medis seperti diabetes.
- Penanganan awal meliputi istirahat, kompres es, dan obat anti-inflamasi; konsultasi dokter penting jika nyeri tidak membaik seminggu.
Suara.com - Nyeri di bagian belakang tumit sering dianggap sepele, apalagi jika muncul setelah olahraga atau aktivitas berat. Keluhan ini bisa menjadi tanda adanya cedera pada tendon Achilles, salah satu tendon terpenting dalam tubuh.
Menurut dr. Siti Shalihah Suriadiredja, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga RS Premier Bintaro, tendon Achilles merupakan tendon terbesar dan terkuat yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon ini berperan besar dalam hampir semua gerakan kaki, mulai dari berjalan, berlari, hingga melompat.
“Karena fungsinya sangat vital dan menahan beban tubuh setiap hari, tendon Achilles juga rentan mengalami cedera, terutama pada orang yang aktif berolahraga,” jelas dr. Siti.
Siapa yang Berisiko Mengalami Cedera?
Cedera tendon Achilles banyak dialami oleh pelari, pemain basket, futsal, dan olahraga lain yang melibatkan lompatan atau perubahan arah secara tiba-tiba. Namun, bukan berarti orang yang jarang olahraga aman sepenuhnya.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera antara lain:
- Peningkatan intensitas atau frekuensi latihan secara mendadak
- Penggunaan sepatu olahraga yang tidak sesuai atau sudah aus
- Otot betis yang kaku dan kurang fleksibel
- Kelainan bentuk kaki, seperti kaki datar (flat foot)
- Riwayat cedera sebelumnya
- Kondisi medis tertentu, misalnya diabetes
Cedera pada tendon Achilles sendiri bisa bervariasi, mulai dari peradangan (tendinitis), perubahan jaringan tendon akibat pemakaian berlebih (tendinosis), hingga robekan sebagian atau total.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Menurut dr. Siti, gejala awal sering kali muncul secara perlahan dan makin terasa saat tendon terus dipaksa bekerja.
Baca Juga: 5 Bahan Alami untuk Atasi Kulit Kaki Pecah-pecah, Goodbye Tumit Kasar!
Beberapa tanda umum cedera tendon Achilles meliputi:
- Nyeri di belakang tumit, terutama saat pertama kali bangun tidur
- Rasa kaku atau tegang di area tendon saat mulai berjalan
- Nyeri yang memburuk saat berlari, melompat, atau naik tangga
- Muncul penebalan atau benjolan kecil di sepanjang tendon
Pada kasus robekan total, gejalanya bisa lebih dramatis.
“Pasien kadang mendengar bunyi seperti ‘pop’ di belakang tumit, lalu tiba-tiba tidak bisa berdiri jinjit atau menapak dengan kuat,” ujar dr. Siti.
Penanganan Dini Sangat Penting
Penanganan awal berfokus pada mengurangi nyeri dan mencegah kerusakan tendon bertambah parah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengistirahatkan kaki dari aktivitas berat
- Mengompres area yang nyeri dengan es secara berkala
- Mengonsumsi obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter
- Menggunakan sepatu dengan penyangga tumit atau insole khusus
Jika keluhan sudah berlangsung lama (kronis) atau terjadi robekan berat, penanganan lanjutan seperti terapi intensif hingga tindakan operasi mungkin diperlukan, tergantung hasil evaluasi dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak