- 3D echocardiography meningkatkan akurasi diagnosis kelainan jantung bawaan melalui visualisasi struktur jantung lebih mendetail.
- Mini Workshop CARES 2026 diadakan 18 Januari 2026 untuk memperkuat keterampilan dokter dalam teknologi pencitraan jantung presisi.
- Echocardiography adalah metode non-invasif dan aman untuk memantau penyakit jantung pada populasi pediatrik dan dewasa.
Suara.com - Perkembangan teknologi pencitraan jantung kini membuka peluang diagnosis yang lebih akurat, cepat, dan minim risiko — terutama pada pasien dengan penyakit jantung bawaan (congenital heart disease/CHD). Salah satu inovasi terdepan yang semakin berperan penting adalah 3D echocardiography, teknik USG jantung tiga dimensi yang memungkinkan dokter melihat struktur jantung secara lebih detail dan menyeluruh.
Topik ini menjadi sorotan utama dalam Mini Workshop CARES 2026 yang digelar di Heartology Cardiovascular Hospital pada 18 Januari 2026. Kegiatan ilmiah ini diikuti 30 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan fokus pada ekokardiografi serta kardiologi pediatrik. Workshop dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan klinis dalam penggunaan teknologi pencitraan jantung presisi, khususnya pada pasien anak dan dewasa dengan kelainan jantung struktural.
Melihat Jantung Secara Lebih Nyata
Berbeda dari echocardiography konvensional dua dimensi, teknologi 3D memungkinkan visualisasi anatomi jantung secara lebih utuh. Dokter dapat menilai bentuk, volume, serta fungsi ruang jantung dari berbagai sudut pandang, sehingga gambaran yang diperoleh jauh lebih mendekati kondisi sebenarnya.
Menurut dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), 3D echocardiography sangat membantu dalam memahami kompleksitas struktur jantung pada pasien CHD.
“Teknologi ini membantu mengidentifikasi morfologi ventrikel yang kompleks pada penyakit jantung bawaan, memfasilitasi evaluasi perubahan volume dan fungsi ventrikel, serta memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail. Selain itu, 3D echocardiography juga berperan sebagai panduan periprocedural dalam tindakan intervensi transkateter,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Artinya, bukan hanya untuk diagnosis, teknologi ini juga berperan penting saat prosedur tindakan dilakukan, membantu dokter mengambil keputusan secara real-time dengan presisi yang lebih tinggi.
Penting untuk Pasien Anak
Peran echocardiography menjadi semakin krusial dalam kardiologi pediatrik. Pemeriksaan ini bersifat non-invasif, tanpa radiasi, dan dapat dilakukan berulang kali, sehingga aman bagi bayi dan anak-anak yang membutuhkan pemantauan jangka panjang.
Baca Juga: Penyakit Jantung Masih Pembunuh Utama, tapi Banyak Kasus Kini Bisa Ditangani Tanpa Operasi Besar
Dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K) menegaskan bahwa echocardiography adalah metode utama dalam mendeteksi dan memantau kelainan jantung pada anak.
“Echocardiography merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak secara real-time,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan secara global. Data internasional menunjukkan prevalensi CHD meningkat dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010, dengan Asia sebagai wilayah dengan proporsi tertinggi. Kondisi ini menjadikan echocardiography sebagai standar emas dalam pemantauan CHD sejak masa neonatal hingga dewasa.
Dari Teori ke Praktik Klinis
Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan sesi ilmiah, tetapi juga live demo kasus, penggunaan 3D Transthoracic Echocardiography (TTE) dan Transesophageal Echocardiography (TEE), hingga sesi hands-on workstation untuk analisis gambar 3D secara langsung. Pendekatan ini memperkuat kemampuan dokter dalam menerjemahkan hasil pencitraan menjadi keputusan klinis yang tepat.
Hadir sebagai pembicara internasional, Prof. Luigi Badano, MD, PhD mengapresiasi antusiasme para peserta dan menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam bidang imaging kardiovaskular.
“Echocardiography adalah alat utama dalam diagnosis penyakit jantung, dan pembelajaran berkelanjutan sangat penting untuk terus memperdalam keilmuan di bidang ini,” tuturnya.
Masa Depan Diagnosis Jantung Lebih Presisi
Dengan kemampuan menampilkan struktur jantung secara tiga dimensi, membantu perencanaan tindakan, serta aman digunakan pada semua kelompok usia, 3D echocardiography kini menjadi fondasi penting dalam tata laksana penyakit jantung bawaan. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi diagnosis, keselamatan prosedur, serta kualitas hidup pasien jantung sejak usia dini hingga dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional