Suara.com - Melakukan berbagai aktivitas di rumah, seperti: bekerja maupun belajar online dari laptop pada masa pandemi membuat nyeri leher tak terhindarkan. Lantas, bagaimana cara mengatasi nyeri leher karena terlalu lama di depan laptop?
Diketahui, salah satu penyebab nyeri leher yakni karena penggunaan teknologi (laptop, komputer dan ponsel) yang terlalu lama. Karena hal itu, otot-otot leher jadi tegang sehingga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman.
Nah, berikut ini cara mengatasi nyeri leher karena terlalu lama di depan laptop menurut Stephanie Mansour selaku ahli fitnes dan kesehatan yang dilansir dari Today (8/7/2021).
1. Gerakan leher ke atas-bawah-kanan-kiri
Untuk mengatasi nyeri leher, coba posisikan leher mengarah ke arah bawah. Lalu, perlahan kepala diangkat atau melihat ke arah langit-langit. Selanjutnya, tengok ke arah kanan dan kiri.
Gerakan selanjutnya, miringkan telinga bagian kanan ke bahu kanan dan tahan sejenak (setiap 30 atau 15 detik) dengan posisi seperti itu. Lakukan juga hal sama untuk sisi kiri. Setelah itu, bernapaslah dengan relaks.
2. Jepit leher
Gerakan berikutnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri leher yaitu jepit leher. Caranya, coba kamu duduk di lantai atau di kursi. Lalu, letakkan telapak tangan ke belakang kepala dan posisi siku keluar ke bagian samping.
Setelah itu, perlahan posisi siku arahkan ke bagian bawah dan kepala ke depan dengan memosisikan dagu ke arah dada. Hindari tarik leher ke bagian bawah. Lalu, tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan tahan sekitar 30 detik.
Baca Juga: Kebanyakan Nunduk Saat Main Ponsel, Waspada Saraf Kejepit di Leher!
3. Roll bahu
Cara mengatasi nyeri leher berikutnya yakni dengan gerakan roll bahu. Gerakan ini berguna untuk merenggangkan sisi leher serta otot trapezius (sisi belakang leher).
Adapun caranya yaitu tubuh dalam posisi berdiri atau duduk tegak. Kemudian bernapas dan bergeraklah perlahan (tanpa menggerakkan lengan), perlahan tarik bahu ke menuju arah telinga dan bagian belakang. Ulangi gerakan tersebut 3 kali, lalu lakukan ke arah sebaliknya.
4. Rotasi Leher
Gerakan rotasi leher juga bisa mengatasi nyeri leher. Caranya, posisikan dagu sejajar dengan lantai, lalu putar kepala perlahan-lahan dari sisi satu sisi ke bagian sisi lainnya dengan pandangan mengarah ke kanan, sehingga posisi dagu terletak di atas bahu bagian kanan.
Setelah itu, ubah ke sisi sebaliknya (ke kiri), sehingga posisi dagu terletak di atas bahu bagian kiri. Saat berpaling, tarik napas dan hembuskan saat posisi berganti ke bagian sisi yang lain. Lakukan gerakan tersebut 10 kali dan passtikan melakukannya dengan lembut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026