Suara.com - Ahli penyakit menular Anthony Fauci mengatakan bahwa Amerika Serikat berada dalam “kesulitan yang tidak perlu” dengan melonjaknya kasus Covid--19.
Menurut dokter top AS itu, kenaikan tersebut dipicu oleh orang Amerika yang tidak divaksinasi dan varian delta yang ganas.
“Kami menuju ke arah yang salah,” kata Dr. Anthony Fauci, menggambarkan dirinya sebagai “sangat frustrasi.”
Dia mengatakan, bahwa pemerintah tengah aktif mempertimbangkan, untuk merekomendasikan penggunaan masker bagi meraka yang telah divaksinasi. Selain itu, vaksinbooster mungkin disarankan untuk orang dengan sistem kekebalan yang tertekan yang telah divaksinasi, kata Fauci.
Fauci, yang juga menjabat sebagai kepala penasihat medis Presiden Joe Biden, mengatakan kepada "State of the Union" CNN bahwa ia telah mengambil bagian dalam diskusi tentang mengubah pedoman masker.
Dia mencatat bahwa beberapa yurisdiksi lokal di mana tingkat infeksi melonjak, seperti Los Angeles County, daerah itu rata-rata sudah sudah meminta individu untuk memakai masker di ruang publik dalam ruangan terlepas dari status vaksinasi.
Fauci mengatakan aturan lokal itu sesuai dengan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bahwa yang divaksinasi tidak perlu memakai masker di depan umum.
Lebih dari 163 juta orang, atau 49 persen dari total populasi AS, telah divaksinasi penuh, menurut data CDC. Dari mereka yang memenuhi syarat untuk vaksin, berusia 12 tahun ke atas, angkanya naik menjadi 57%.
“Ini adalah masalah yang sebagian besar di antara mereka yang tidak divaksinasi, itulah alasan mengapa kami di luar sana, secara praktis memohon kepada orang-orang yang tidak divaksinasi untuk segera divaksinasi,” kata Fauci.
Baca Juga: Ibu Amanda Manopo Dimakamkan di San Diego Hills Hari Ini
Fauci mengatakan para ahli pemerintah sedang meninjau data awal saat mereka mempertimbangkan apakah akan merekomendasikan individu yang divaksinasi untuk mendapatkan suntikan booster.
Dia menyarankan bahwa beberapa yang paling rentan, seperti transplantasi organ dan pasien kanker, "kemungkinan" direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin booster.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya