Suara.com - Varain Delta menjadi salah satu jenis virus corona Covid-19 yang sedang menimbulkan kekhawatiran global, karena lebih mudah menular daripada varian sebelumnya.
Apalagi, varian Delta ini dikhawatirkan kebal terhadap antibodi yang terbentuk dari vaksin Covid-19. Sehingga orang-orang yang sudah vaksinasi mungkin masih bisa tertular.
Pada dasarnya, vaksin Covid-19 memang tidak membuat seseorang kebal 100 persen dari virus corona Covid-19. Karena itu, orang yang sudah vaksin Covid-19 sekali atau dua kali masih memiliki risiko tertular virus corona Covid-19, termasuk varian Delta.
Pada satu kali suntikan vaksin Covid-19, seseorang baru memiliki antibodi sekitar 60 persen. Setelah suntikan kedua vaksin Covid-19, tingkat antibodi seseorang akan meningkat 90 persen tetapi tetap tidak menjamin mereka terhindar dari virus corona.
Para ahli telah melihat varian Delta bisa menyebabkan gejala yang berbeda dari infeksi virus corona Covid-19 sebelumnya. Virus corona Covid-19 sebelumnya cenderung menimbulkan gejala seperti pilek, yang meliputi perubahan indra penciuman, rasa, batuk dan demam.
Kini, varian Delta lebih menimbulkan gejala berupa sakit kepala, pilek dan sakit tenggorokan. Tapi, gejala varian Delta ini bisa bervariasi pada setiap orang dan beberapa lainnya mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.
Menurut para ahli, gejala varian Delta juga bisa berbeda pada orang yang sudah vaksin Covid-19 penuh. Gejalanya seringkali lebih ringan, karena vaksin Covid-19 membantu mencegah infeksi parah dan mereka mungkin juga mengalami gangguan penciuman yang membuat penderitanya merasakan aroma yang tidak semestinya atau parosmia .
Chrissi Kelly, Pendiri, AbScent, mengatakan organisasinya turun tangan untuk memberikan dukungan ketika orang-orang terus mengalami masalah itu setelah sembuh dari Covid-19.
"Kami memperkirakan parosmia mempengaruhi sekitar 50 persen pasien Covid-19, yang mana gejala ini cukup mengganggu kehidupan sehari-hari manusia," jelas Ms Kelly dikutip dari Express.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Timbulkan Mutasi Kebal Vaksin, Begini Kata Pakar!
Distorsi pada indera penciuman ini dapat membuat makan sehari-hari menjadi tak tertahankan dan menyebabkan kecemasan. Meskipun orang masih dapat mengembangkan gejala virus corona setelah vaksinasi, tapi mereka jauh lebih kecil risikonya melakukan rawat inap.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini