Suara.com - Sekitar 1 dari 6 orang mengalami komplikasi virus corona Covid-19, termasuk beberapa kondisi yang mengancam jiwa. Beberapa komplikasi umum, termasuk gagal napas akut, pneumonia, dan cedera hati akut.
Sebuah laporan baru menunjukkan komplikasi mata, termasuk konjungtivitis dan sinusitis mungkin juga merupakan manifestasi dari virus corona Covid-19.
Dokter Vinícius Almeida Carvalho, dari Universitas Negeri Londrina, Brasil, adalah salah satu dari banyak profesional kesehatan yang percaya bahwa infeksi penyakit di sekitar wajah bisa berkaitan dengan virus corona Covid-19.
Salah satunya, infeksi kulit parah di sekitar mata yang merupakan komplikasi tak biasa dari virus corona Covid-19. Elulitis orbita adalah suatu proses inflamasi yang melibatkan jaringan di sekitar mata. Kondisi ini biasanya menyebabkan kelopak mata bengkak, gerakan mata terbatas dan nyeri, serta gangguan penglihatan.
Penyebab utama dari kondisi ini adalah sinusitis akibat infeksi pada sinus. Tanpa pengobatan, infeksi ini bisa menyebar ke lemak dan otot di sekitar rongga mata.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Craniofacial Surgery dilansir dari Express, Dokter Carvalho merujuk pada kasus pasien Covid-19 yang mengalami pembengkakan di sekitar mata.
Pasien Covid-19 ini sempat dirujuk ke bagian bedah kraniofasial setelah mengalami pembengkakan progresif menyakitkan di sekitar area orbita kirinya.
Pasien yang merupakan seorang pria usia 28 tahun itu mengaku sempat mengalami gejala virus corona Covid-19 ringan dua minggu sebelum terjadi infeksi di sekitar matanya. Gejala virus corona yang dialaminya termasuk kelelahan dan kehilangan indra penciuman.
Setelah ia mengalami sakit kepala dan bengkak di sekitar mata, ia pun memutuskan untuk mencari bantuan medis. Tak lama setelah tiba di unit gawat darurat, ia didiagnosis positif virus corona Covid-19 dan sinusitis.
Baca Juga: Waspadai Bintik Hitam pada Mata, Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Retina
Meskipun ia sudah minum antibiotik dan obat lain untuk sinusitis, rasa sakit dan pembengkakan wajah memburuk. Pada waktu ia diperiksa oleh departemen Dokter Carvalho, pembengkakan itu telah menyebabkan matanya tertutup rapat.
Kemudian, pemindaian tomografi terkomputasi mengungkapkan akumulasi cairan yang memberi tekanan pada bola mata. Karena itu, pasien didiagnosis menderita selulitism infeksi parah di bawah kulit yang telah menyebar darri sinus ke daerah orbital.
Dokter Carvalho dan rekannya melakukan operasi darurat, membuat sayatan kecil di sekitar area yang terinfeksi untuk mengalirkan kumpulan cairan dan nanah. Sehingga, pembengkakan di sekitar mata berkurang segera setelah tindakan operasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?