Suara.com - Pandemi Covid-19 telah menuntut semua orang lebih banyak menghabiskan aktivitas di rumah aja. Namun di sisi lain, rumah sebagai satu-satunya ruang gerak dan sentra aktivitas harus dimaksimalkan agar anggota keluarga dapat tetap produktif.
Tak jarang, kejenuhan menjadi tantangan tersendiri ketika semua aktivitas yang sebelumnya banyak dilakukan di luar rumah, harus terpusat di rumah.
Menurut Psikolog Keluarga Saskhya Aulia Prima, ketenangan hati menjadi sangat penting di situasi yang tidak menentu seperti saat ini.
Kegiatan pendampingan anak dan menjaga kebersihan rumah menjadi hal utama yang harus dibagi maupun didukung oleh semua anggota keluarga, bukan hanya ibu.
"Kuncinya adalah menciptakan suasana rumah tentram dan nyaman. Banyak sekali ketidakpastian dan hal yang berada di luar kendali kita. Karenanya, untuk mendapatkan rasa ketenangan dan kenyamanan kita perlu fokus pada hal yang bisa kita kendalikan dan usahakan."
"Salah satunya mengusahakan suasana rumah agar tetap nyaman sehingga mendukung keluarga tetap menjalankan rutinitas menyenangkan," kata Saskhya seperti yang dikutip Suara.com dari siaran pers Dulux EasyClean Anti-Viral, Kamis (26/8/2021).
Lewat sebuah survei menunjukkan, 74 perhatian perhatian ibu terdapat pada kebersihan rumah dan keluarga; kemudian diikuti oleh 57 persen mencari cara bagaimana membuat anak tetap sibuk selama masa pandemi.
Untuk itu kata Saskhya, pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua, khususnya ibu.
Sebagai motor penggerak sekaligus navigator utama, ibu dituntut tak hanya untuk memastikan kesehatan keluarga serta kebersihan lingkungan rumah, namun juga memikirkan solusi agar seluruh keluarga tetap nyaman dan bisa berkreasi di rumah dengan menyenangkan.
Lalu, mengapa ketenangan hati ibu begitu penting bagi seluruh anggota keluarga terutama dalam merangsang kreativitas anak?
Baca Juga: Krisis Covid-19 di Thailand: Akan Lebih Banyak Orang Meninggal di Rumah
Kata Saskhya, berkat mindset positif, maka ibu dan anak akan lebih mudah untuk mencari solusi dari kebosanan dan banyak melakukan kegiatan kreatif yang dapat menunjang tumbuh kembang buah hati dari rumah.
"Ibu yang tenang, bisa lebih memikirkan pemanfaatan hal-hal di rumah untuk dapat dijadikan sarana pengembangan keterampilan anak, misalnya dengan memberikan satu area tembok khusus untuk anak berkreasi sesuai imajinasinya tanpa banyak batasan," Saskhya mencontohkan.
Saskhya berbagi lima kiat agar ibu bisa menjadi penggerak ketenangan hati keluarga, seperti berikut ini.
- Memastikan kondisi rumah memberikan ketenangan menenangkan untuk seluruh anggota keluarga, mulai dari kebersihan, keteraturan, kerapihan ruangan.
- Mengatur benda-benda di dalam rumah aman untuk si kecil yang punya kebutuhan tinggi dalam bereksplorasi.
- Secara teratur melakukan sesi spesial untuk masing-masing anggota keluarga agar kebutuhan emosional satu sama lain terpenuhi.
- Menyediakan waktu untuk diri sendiri (me time) dengan suasana yang membantu ibu lebih rileks (misalnya ruangan rapi, melengkapi dengan aroma yang menenangkan, minuman hangat) sambil melakukan hal yang ibu senangi.
- Mengelola ekspektasi harian untuk tidak menjadi orang tua yang sempurna di masa-masa yang penuh dengan ketidakpastian ini. Lebih baik memfokuskan diri untuk mensyukuri hal-hal yang membuat kita bisa bertahan menjalani hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi