Suara.com - Menjalani hidup yang sehat dan panjang umur memang dambaan setiap orang. Dalam hal ini, berbagai gaya hidup sehat perlu Anda terapkan.
Melansir dari Times of India, untuk mengetahui rahasia umur panjang, para ahli mengidentifikasi negara di mana orang hidup paling lama. Tempat-tempat ini termasuk Italia, Okinawa, Jepang, Loma, CA, Linda dan Sardina.
Ditemukan bahwa orang-orang di daerah-daerah tersebut aktif sepanjang hari, memiliki hubungan yang berarti dalam masyarakat mereka dan merasakan tujuan.
Selain itu, mereka yang berada di negara-negara tersebut juga memiliki kesamaan pola makan. Berikut adalah beberapa tips pola makan yang dapat membantu Anda meningkatkan kesehatan dan umur panjang, antara lain:
1. Makan kacang
Makan setidaknya setengah cangkir kacang setiap hari sangat bagus untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Sertakan kacang hitam, garbanzo dan kacang putih dalam pola makan harian Anda.
Bagian baiknya adalah mereka juga merupakan sumber protein nabati yang murah dan sarat dengan serat yang membantu menjaga berat badan Anda tetap terkendali, menurunkan risiko berbagai penyakit, dan meningkatkan kesehatan usus.
2. Sertakan sayuran silangan
Sayuran silangan seperti brokoli, kembang kol dan kubis mengandung senyawa alami yang baik untuk jantung Anda. Asupan ini bahkan dapat membantu menangkal beberapa jenis kanker.
Baca Juga: Mau Tingkatkan Kesehatan Keluarga? Coba Ubah dengan 5 Pola Makan Berikut
3. Minum lebih banyak air
Orang yang tinggal di zona dengan angka harapan hidup tinggi memang minum kopi dan teh, tetapi sebagian besar hidrasi mereka berasal dari air.
4. Makan lebih sedikit gula
Orang yang tinggal negara dengan harapan hidup tinggi sangat membatasi gula mereka. Mereka mencoba dan meminimalkan asupan gula tambahan.
Jadi, alih-alih mengonsumsi makanan dan minuman manis sepanjang hari, mereka cenderung makan gula dengan sengaja hanya pada acara-acara khusus.
5. Makan sedikit daging
Makan lebih banyak makanan nabati dan kacang-kacangan adalah salah satu kunci untuk hidup sehat dan panjang umur. Anda bisa memasukkan daging sebagai lauk dan tidak boleh sering-sering mengonsumsinya.
Konsumsi sayuran hijau, tahu dan kedelai sebagai sumber protein.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance