Suara.com - Produsen vaksin terkemuka China China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm, telah mengajukan saran tentang booster penguat vaksin Covid-19 kepada otoritas China yang relevan.
Dilansir dari Global TImes, Chen Kun, seorang pejabat CNBG, mengatakan bahwa disarankan agar kelompok tertentu seperti orang tua dan beberapa karyawan industri jasa harus menerima suntikan booster enam sampai 12 bulan setelah suntikan kedua.
Chen mencatat bahwa percobaan pada hewan menunjukkan bahwa booster enam bulan setelah suntikan kedua dapat meningkatkan tingkat antibodi pada penerima hingga 5-10 kali, meningkatkan efektivitas kekebalan.
Chen juga menekankan bahwa data eksperimental telah menunjukkan bahwa dua dosis vaksin Covid-19 mereknya masih efektif melawan mutasi sirkulasi utama dari virus corona baru.
Laporan itu muncul ketika otoritas kesehatan nasional China mengumumkan pada hari Minggu bahwa lebih dari 2,1 miliar suntikan vaksin Covid-19 telah diberikan di negara itu pada hari Sabtu.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Global Times, Zhang Yuntao, wakil presiden dan kepala ilmuwan CNBG, menyarankan agar orang yang divaksinasi di China dapat memilih untuk menerima suntikan booster jika tersedia setelah kekebalan kelompok tercapai di negara tersebut.
Ahli epidemiologi terkemuka China Zhong Nanshan memperkirakan bahwa negara itu dapat membangun kekebalan kelompok dengan memvaksinasi setidaknya 80 persen populasinya pada akhir tahun.
CNBG menampilkan tujuh produk di CIFTIS 2021, termasuk empat vaksin Covid-19, dua obat Covid-19, dan alat uji asam nukleat di pameran tersebut.
Salah satu obat yang pertama di dunia dibuat dari plasma yang disumbangkan oleh penerima vaksin yang mengandung antibodi terhadap virus corona baru.
Baca Juga: Terima Lagi 5 Juta Vaksin Sinovac, Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari