Bisnis / Keuangan
Kamis, 16 Juli 2026 | 09:19 WIB
IHSG melanjutkan penguatan di awal perdagangan hari ini.[ANTARA].
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.047 pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026 pagi hari.
  • Penguatan indeks didorong oleh sentimen positif peringkat kredit Indonesia serta melambatnya tingkat inflasi di Amerika Serikat.
  • BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG tetap dalam tren bullish selama mampu bertahan di atas level psikologis 6.000.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren positifnya pada awal perdagangan, Kamis, 16 Juli 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.056.

Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.09 WIB, IHSG masih menguat 29,99 poin atau 0,50 persen ke level 6.0471.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,85 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 973,25 miliar serta frekuensi sebesar 258.020 kali.

Di waktu itu, terdapat 294 saham menghijau, sedangkan, 187 saham merosot. Sisanya, 484 saham masih belum bergerak alias stagnan.

IHSG melanjutkan penguatan di awal perdagangan hari ini.[ANTARA].

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • AGAR
  • LPPS
  • PRDL
  • RANS
  • KOPI

Top Loser

  • INAI
  • BAPA
  • ATAP
  • LION
  • ISAP

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Secara teknikal, peluang kenaikan tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level psikologis 6.000.

Baca Juga: DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat tipis 0,04 persen ke level 6.041,97. Penguatan tersebut ditopang oleh saham-saham sektor perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Sentimen positif juga datang dari keputusan S&P Global Ratings yang kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook Stable. Di sisi global, inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi turut meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

BRI Danareksa Sekuritas menilai pelaku pasar pada perdagangan hari ini akan mencermati sejumlah sentimen penting, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Pasar hari ini akan mencerna rilis PPI AS yang turun 0,3 persen MoM dan melambat menjadi 5,5 persen YoY, mengindikasikan tekanan inflasi produsen mulai mereda. Meski demikian, The Fed Chair Kevin Warsh menegaskan ekonomi AS masih solid dan bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target, sehingga arah kebijakan suku bunga diperkirakan tetap berhati-hati. Investor juga akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran dan implementasi kebijakan High Shareholding Concentration (HSC)," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (16/7/2026).

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas melihat tren bullish jangka pendek IHSG masih terjaga.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish jangka pendek selama bertahan di atas support 6.000, dengan peluang menguji resistance 6.100–6.130. Momentum penguatan didukung pola higher low dan MACD yang masih bergerak positif," tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen ke level 52.658,64. Indeks S&P 500 menguat 0,38 persen menjadi 7.572,40, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,62 persen ke posisi 26.269,23.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang layak dicermati investor, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More