Seorang ahli mengatakan ketombe paling sering disebabkan oleh mikroorganisme yang disebut Malassezia Furfur, yakni jamur yang selalu ada di kulit kepala.
Sara Alkazraji, manajer pendidikan di Institut Trikologi dan pemilik Klinik Trikologi Ilkley Moor mengatakan perubahan pada kulit kepala seperti produksi sebum ekstra menghasilkan lingkungan optimal untuk pertumbuhan jamur yang sering mengakibatkan iritasi, gatal, dan peradangan.
3. Stres
Eva Proudman, ahli trikologi di Absolute Collagen yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun mengatakan, stres akibat pandemi telah menyebabkan banyak efek samping, termasuk nyeri otot, fluktuasi berat badan, dan yang terbaru, dan rambut rontok.
"Rambut rontok adalah salah satu kondisi paling umum yang terjadi setelah stres berkepanjangan, di mana orang menderita kerontokan rambut yang berlebihan dan kehilangan kepadatan rambut," ata Eva.
4. Perubahan berat badan
Jika Anda menderita kulit kepala yang terkelupas atau gatal, itu mungkin disebabkan oleh pola makan.
Diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, lemak sehat, protein, serat, vitamin dan mineral adalah pola makan terbaik untuk kesehatan rambut.
Konsumsi makanan yang kaya sayuran segar, daging dan buah juga mendukung pertumbuhan rambut yang sehat dan tebal.
Baca Juga: Virus Corona Varian Delta atau MU, Mana Paling Menular dan Mematikan?
Berbeda dengan makanan olahan dan cepat saji yang biasanya sangat sedikit nutrisinya.
"Rambut adalah sistem terakhir dalam tubuh Anda untuk menerima nutrisi. Jika tubuh tidak menerima nutrisi dalam jumlah cukup, maka rambut Anda akan terkena dampaknya," kata Stephanie.
5. Perubahan hormon
Jika Anda mengalami kulit kepala yang gatal, ini bisa jadi karena perubahan hormonal. Dr Johanna Ward, Pendiri ZENii.co.uk mengatakan kulit kepala Anda berhubungan dengan stres dan penyakit.
Stres memiliki dampak besar pada tubuh kita melalui aksi hormon stres utama tubuh adrenalin, noradrenalin dan kortisol.
Hormon-hormon ini semuanya memiliki interaksi kompleks dengan jutaan sel dalam tubuh kita dan membawa sinyal yang secara mendasar mengubah cara sel kita berperilaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda