Suara.com - Kulit kepala yang gatal akibat ketombe atau sampo yang digunakan bisa menyebabkan iritasi. Karena itu, kulit kepala bisa menjadi tanda masalah kesehatan lainnya.
Sebagian besar masalah rambut dan kulit kepala biasanya tidak serius. Meskipun, beberapa kondisi kulit kepala bisa menjadi pertanda masalah kesehatan lain, seperti perubahan hormonal dan penambahan berat badan.
Selama pandemi virus corona Covid-19, banyak orang mengeluhkan masalah kulit kepala.
Banyak kondisi ini disebabkan oleh stres, tetapi juga terungkap bahwa kerontokan rambut adalah gejala lain virus corona Covid-19.
Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium (TE), yakni ketika seseorang mengalami kerontokan rambut untuk sementara waktu. Dokter mengatakan kondisi itu biasanya terjadi bila pasien mengalami situasi stres.
TE terjadi ketika jumlah folikel di kulit kepala berubah. Berikut ini dilansir dari The Sun, beberapa masalah kesehatan yang bisa terdeteksi dari permasalahan kulit kepala.
1. Kekurangan vitamin
Stephanie Sey, ahli trikologi untuk Nizoral mengatakan permasalahan pada kulit kepala bisa menandakan kekurangan vitamin.
Karena itu, ia sering menyarankan diet seimbang, yang artinya seseorang mengonsumsi vitamin dan mineral yang benar.
Baca Juga: Virus Corona Varian Delta atau MU, Mana Paling Menular dan Mematikan?
Seseorang mungkin kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi atau vitamin D.
Stephanie Sey juga mengatakan kekurangan vitamin B6 dan B12 bisa menyebabkan kulit kepala kering. Sedangkan, vitamin B7 dan B2 membantu menjaga kesehatan kulit.
Jika Anda menderita masalah tiroid, Anda perlu mengonsumsi suplemen tersebut karena masalah kesehatan ini bisa menyebabkan kerontokan rambut.
Apalagi masalah kerontokan rambut ini bisa mempengaruhi seluruh kulit kepala dan menghambat produksi sel-sel rambut sehat.
2. Jamur
Jika Anda menderita kulit kepala berminyak atau berketombe, maka Anda mungkin memiliki jamur. Kondisi ini bisa diatasi dengan menggunakan sampo khusus.
Seorang ahli mengatakan ketombe paling sering disebabkan oleh mikroorganisme yang disebut Malassezia Furfur, yakni jamur yang selalu ada di kulit kepala.
Sara Alkazraji, manajer pendidikan di Institut Trikologi dan pemilik Klinik Trikologi Ilkley Moor mengatakan perubahan pada kulit kepala seperti produksi sebum ekstra menghasilkan lingkungan optimal untuk pertumbuhan jamur yang sering mengakibatkan iritasi, gatal, dan peradangan.
3. Stres
Eva Proudman, ahli trikologi di Absolute Collagen yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun mengatakan, stres akibat pandemi telah menyebabkan banyak efek samping, termasuk nyeri otot, fluktuasi berat badan, dan yang terbaru, dan rambut rontok.
"Rambut rontok adalah salah satu kondisi paling umum yang terjadi setelah stres berkepanjangan, di mana orang menderita kerontokan rambut yang berlebihan dan kehilangan kepadatan rambut," ata Eva.
4. Perubahan berat badan
Jika Anda menderita kulit kepala yang terkelupas atau gatal, itu mungkin disebabkan oleh pola makan.
Diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, lemak sehat, protein, serat, vitamin dan mineral adalah pola makan terbaik untuk kesehatan rambut.
Konsumsi makanan yang kaya sayuran segar, daging dan buah juga mendukung pertumbuhan rambut yang sehat dan tebal.
Berbeda dengan makanan olahan dan cepat saji yang biasanya sangat sedikit nutrisinya.
"Rambut adalah sistem terakhir dalam tubuh Anda untuk menerima nutrisi. Jika tubuh tidak menerima nutrisi dalam jumlah cukup, maka rambut Anda akan terkena dampaknya," kata Stephanie.
5. Perubahan hormon
Jika Anda mengalami kulit kepala yang gatal, ini bisa jadi karena perubahan hormonal. Dr Johanna Ward, Pendiri ZENii.co.uk mengatakan kulit kepala Anda berhubungan dengan stres dan penyakit.
Stres memiliki dampak besar pada tubuh kita melalui aksi hormon stres utama tubuh adrenalin, noradrenalin dan kortisol.
Hormon-hormon ini semuanya memiliki interaksi kompleks dengan jutaan sel dalam tubuh kita dan membawa sinyal yang secara mendasar mengubah cara sel kita berperilaku.
Pelepasan hormon stres akan mengirimkan sinyal kimia ke kulit, rambut, dan kulit kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit