Suara.com - Kanker prostat menjadi mimpi buruk bagi setiap pria. Dalam hal ini, bulan September telah ditetapkan sebagai bulan Kesadaran Kanker Prostat.
Melansir dari India Express, menurut Dewan Penelitian Medis India, kanker prostat adalah salah satu kanker paling umum di kalangan pria.
Dr Shalabh Agrawal, ahli urologi di Rumah Sakit CK Birla, Gurgaon mengatakan prostat adalah bagian dari organ reproduksi pria yang berada di depan rektum. Fungsinya adalah untuk mengeluarkan cairan yang memberi nutrisi dan melindungi sperma.
"Sering kali, kanker prostat diabaikan karena gejalanya termasuk kesulitan buang air kecil, sensasi terbakar saat buang air kecil dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Pasien tidak memperhatikan gejala-gejala ini karena merupakan bagian normal dari penuaan," ujar dokter Agrawal.
Menurut dokter Agrawal, berikut beberapa tips untuk mencegah kanker prostat, antara lain:
1. Mengonsumsi makanan yang mengandung likopen
Lycopene adalah antioksidan yang ditemukan dalam makanan yang berwarna merah. Tomat kaya akan likopen.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa likopen mencegah kerusakan DNA karena mengurangi pembentukan radikal bebas.
2. Tetap aktif
Baca Juga: Ilmuwan Vaksin AstraZeneca Buat Vaksin Kanker, Begini Cara Kerjanya
Tetap aktif secara fisik bisa mengurangi risiko kanker prostat. Olahraga seperti jogging, lari, bersepeda dan berenang tidak hanya bermanfaat untuk kebugaran fisik tetapi juga dapat menurunkan risiko kanker prostat.
Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membalikkan dan mencegah risiko perkembangan kanker.
3. Aktif secara seksual
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan langsung antara frekuensi ejakulasi dan kanker prostat. Pria yang berejakulasi lebih banyak memiliki peluang lebih kecil terkena kanker prostat.
Setidaknya 21 ejakulasi per bulan ditemukan cukup untuk mengurangi risiko kanker prostat pada pria berusia 20 hingga 25 tahun. Penumpukan air mani dapat meningkatkan risiko kanker prostat dengan mengganggu fungsi prostat.
4. Memastikan pola makan sehat
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?