Suara.com - Memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dapat menyebabkan iklim menjadi lembap. Akibatnya juga bisa membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi jamur. Apalagi kulit bayi yang masih sensitif.
Infeksi jamur sangat mungkin menyerang bayi selama musim hujan. Sebab jamur membutuhkan panas sekaligus iklim lembap untuk tumbuh dan bertahan hidup.
Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) ada dua infeksi jamur yang rentan dialami bayi saat cuaca lembap. Di antaranya:
Infeksi Ringworm (Kurap)
Infeksi jamur ringworm atau kurap memiliki ciri dengan bentuk seperti cincin, biasanya dimulai dari lingkaran kecil yang kemudian melebar. Jamur tersebut menyebabkan gatal dan mudah menyebar ke bagian tubuh lain.
Kurap biasanya ditularkan dari orang yang sudah terkena. Hewan peliharaan pun sangat mungkin menularkan infeksi tersebut. Selain itu bila bayi berkeringat secara berlebihan atau keadaan kulit yang lembap mendukung untuk timbulnya kurap.
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mengatasi kurap. Namun untuk mencegahnya, orangtua bisa lakukan beberapa tahap sederhana di bawah ini:
- Mencuci pakaian bayi dengan deterjen, jemur sampai kering lalu disetrika agar dapat menghilangkan jamur yang mungkin menempel pada pakaian.
- Jaga kulit bayi tetap kering dan bersih setiap saat.
- Gunakan pakaian dengan bahan yang mudah menyerap kelembapan. Katun adalah pilihan yang terbaik.
Infeksi Jamur Kuku
Infeksi jamur pada kuku (terutama kuku kaki) dapat terjadi bila kondisi lembap seperti tertutup sepatu, jarang mengganti kaos kaki, atau tidak membersihkan area sela-sela jari dan kuku dengan baik.
Baca Juga: 7 Cara Mencuci Vagina yang Benar dan Aman Sesuai Anjuran Perdoski
Jika terkena infeksi kuku, dalam beberapa waktu kuku anak dapat berubah warna dan pada kasus tertentu kuku bisa menjadi rapuh dan kasar. Ada pula kemungkinan kulit di sekitar kuku menjadi bengkak.
Orangtua perlu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit bila menemukan gejala infeksi kuku pada anak. Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur untuk mengatasi dan menyembuhkan infeksi kuku pada bayi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli