Suara.com - Menjaga kebersihan organ vital vagina merupakan hal yang penting. Dikutip dari laman Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), vagina sangat perlu dijaga kebersihannya agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai risiko infeksi jamur juga bakteri.
Dikatakan oleh anggota Perdoski, dr. Hanny Nilasari, cara membersihkan vagina juga perlu diperhatikan.
Beragamnya produk pembersih vagina yang dijual bebas dengan kandungan dan aroma yang berbeda-beda, bisa jadi membuat masyarakat bingung harus pilih yang mana.
Meski begitu, sebenarnya vagina secara alami dapat membersihkan dirinya sendiri. Dalam vagina terdapat flora baik sehingga vagina mampu menjaga dirinya. Secara alami, pH vagina juga sudah seimbang.
Penggunaan sabun pencuci vagina, apalagi yang mengandung parfum, justru berpotensi mengganggu flora dan pH normal vagina bahkan memicu iritasi. Selain itu, vagina sebenarnya hanya perlu sedikit perawatan sederhana.
Berikut cara membersihkan vagina dengan benar dan aman dari Perdoski:
- Siapkan waslap atau kain lembut. Kemudian celupkan kain ke air hangat suam-suam kuku, lalu usapkan ke bagian luar vagina, yaitu area labia dan lipatan-lipatannya. Pastikan air tidak terlalu panas.
- Penggunaan sabun lunak tanpa kandungan antibakteri dengan pH yang sesuai dengan pH vagina yaitu 3,5-4,5, dapat dilakukan untuk membersihkan vagina bagian luar. Hindari sabun yang mengandung parfum dan alkohol.
- Bersihkan lipatan di sekitar klitoris Anda dengan lembut.
- Selanjutnya, cuci vulva dan lubang vagina. Bersihkan juga wilayah selangkangan.
- Bersihkan area perineum, yaitu wilayah antara vagina dan anus.
- Terakhir, bersihkan anus. Ingat, wilayah anus harus dibersihkan paling akhir agar sisa kotoran dan bakteri tidak pindah dan masuk ke vagina.
- Keringkan dengan handuk bersih yang baru.
Bersihkan vagina secara rutin setiap hari sebanyak dua kali, lakukan saat mandi agar lebih mudah. Kenali tanda-tanda bila vagina dalam kondisi tak wajar seperti gatal terus menerus.
Periksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Amankah Hubungan Seks sebelum Tes Pap Smear? Ini Faktanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!