Suara.com - Hanya beberapa bulan setelah kasus Covid-19 di Uttar Pradesh mereda, kini kasus demam berdarah ngamuk di negara bagian itu. Kondisi tersebut telah menimbulkan kekacauan dan histeria di masyarakat.
Di tengah meningkatnya kasus, Uttar Pradesh telah menjadi negara bagian yang paling parah dilanda wabah demam berdarah di India.
Selama sebulan terakhir telah dilaporkan hampir 300 orang telah dirawat di Rumah Sakit Lala Lajpat Rai di Kanpur, Uttar Pradesh. Ini terjadi karena meningkatnya kasus demam virus, demam berdarah, dan malaria di negara bagian tersebut. Hitungan ini termasuk beberapa anak juga.
Beberapa pasien yang dirawat di rumah sakit di Kanpur telah didiagnosis dengan demam berdarah dan malaria. Otoritas rumah sakit telah menyatakan bahwa meskipun jumlah kasus tinggi, belum ada kematian akibat wabah yang dilaporkan di rumah sakit.
Sesuai laporan ANI, Dr. Sanjay Kala, penanggung jawab Rumah Sakit Lala Lajpat Rai, mengatakan, “Lebih dari 250 pasien demam virus telah dirawat di rumah sakit kami sejak sekitar satu bulan. Sebagian besar pasien telah pulih sementara beberapa pasien dengan pneumonia virus mengalami komplikasi.”
Dokter lebih lanjut menambahkan meski demikian, angka kematian cukup rendah. Selain itu, 25 pasien telah dirawat karena Dengue, termasuk 10 anak-anak dan beberapa telah dirawat karena malaria juga. Namun, tidak ada yang meninggal karena penyakit ini di rumah sakit.”
Gautam Budh Nagar melaporkan 13 kasus demam berdarah dalam tiga hari, departemen kesehatan bersiaga
Berkenaan dengan penyebaran wabah demam berdarah di negara bagian tersebut, Menteri Kesehatan Uttar Pradesh Jai Pratap Singh mengatakan bahwa pemerintah negara bagian sedang mengambil beberapa langkah untuk mencegah wabah ini dan alasan utama meningkatnya jumlah kasus adalah celah dalam kerja pejabat.
Kemarin, Sekretaris Kesehatan Serikat Rajesh Bhushan juga memimpin pertemuan dengan otoritas negara bagian dan UT mengenai penyebaran demam berdarah Serotipe-II di 11 negara bagian. Menkes juga mengeluarkan beberapa langkah untuk mengendalikan wabah ini dan menjaga masyarakat tetap aman.
Ketakutan wabah demam berdarah mencengkeram negara bagian ini bahkan ketika kasus COVID-19 menurun.
Baca Juga: Antivaksin, Pasangan Youtuber Meninggal karena Komplikasi Corona
Beberapa langkah yang direkomendasikan untuk mencegah peningkatan kasus DBD adalah deteksi dini kasus, operasionalisasi helpline demam, dan persediaan alat uji, larvasida, dan obat-obatan yang memadai.
Negara bagian yang telah melaporkan kasus demam berdarah dalam sebulan terakhir termasuk Andhra Pradesh, Gujarat, Karnataka, Kerala, Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, Maharashtra, Odisha, Rajasthan, Tamil Nadu, dan Telangana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
Terkini
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil