- Laila Munaf menekankan tantangan konsistensi hidup sehat sering karena target awal terlalu besar, bukan kurang pengetahuan.
- Stuart Spencer menyebut lebih dari 80 persen penyakit bersumber dari gaya hidup kurang baik, memerlukan insentif.
- AIA Vitality membantu nasabah membangun kebiasaan sehat melalui edukasi, tantangan, dan sistem poin sejak 2021.
Suara.com - Kesadaran masyarakat Indonesia untuk hidup sehat sebenarnya terus meningkat. Banyak orang sudah memahami pentingnya olahraga, pola makan seimbang, serta istirahat yang cukup.
Namun dalam praktiknya, mempertahankan kebiasaan sehat secara konsisten masih menjadi tantangan yang berat bagi banyak orang.
Founder & Coach SANA Studio, Laila Munaf, menilai masalah ini sering kali bukan karena kurangnya pengetahuan, melainkan soal motivasi dan cara memulai perubahan. Menurutnya, banyak orang ingin hidup lebih sehat, tetapi kerap memasang target terlalu besar sejak awal.
“Rasa malas atau keinginan untuk mencari kenyamanan instan membuat seseorang lebih memilih aktivitas yang minim usaha,” ujar Laila dalam acara peringatan lima tahun program wellness AIA Vitality yang digelar oleh AIA Indonesia di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa semangat untuk menjalani gaya hidup sehat biasanya sangat tinggi di awal. Namun ketika perubahan yang diharapkan tidak segera terlihat, motivasi tersebut bisa menurun dan akhirnya kebiasaan sehat pun berhenti di tengah jalan.
Karena itu, Laila menekankan pentingnya memulai perubahan dari langkah kecil yang realistis dan mudah dilakukan setiap hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana justru lebih efektif membangun pola hidup sehat dalam jangka panjang.
“Ubah kebiasaan dari yang kecil-kecil dulu saja. Usahakan untuk konsisten melakukannya, tidak perlu langsung memasang target besar,” katanya.
Langkah kecil tersebut bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian, seperti membiasakan minum air putih yang cukup, mengurangi konsumsi minuman manis, menjaga pola tidur lebih teratur, hingga mulai berolahraga ringan beberapa kali dalam seminggu.
“Misalnya, membiasakan diri minum air yang cukup, mengurangi konsumsi minuman manis, tidur lebih teratur, atau mulai berolahraga ringan beberapa kali dalam seminggu,” tambahnya.
Baca Juga: Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
Selain konsistensi, faktor psikologis juga memegang peranan penting dalam membentuk kebiasaan baru. Pemberian penghargaan atau reward dinilai dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk terus menjalankan gaya hidup sehat.
Group Chief Marketing Officer AIA Group, Stuart Spencer, mengatakan bahwa insentif kecil dapat memberikan dorongan positif bagi perubahan perilaku.
“Orang-orang membutuhkan hadiah, membutuhkan insentif, karena dengan itu bisa menimbulkan rasa dihargai dan motivasi bisa meningkat,” ujar Stuart.
Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar penyakit sebenarnya berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari. “Lebih dari 80 persen penyakit yang terdata bisa disebabkan oleh lifestyle atau gaya hidup yang kurang baik,” katanya.
Untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan sehat secara lebih konsisten, AIA Indonesia menghadirkan program wellness berbasis perubahan perilaku melalui AIA Vitality.
Program ini menggabungkan edukasi kesehatan, tantangan aktivitas fisik, hingga sistem poin dan reward yang membuat perjalanan hidup sehat terasa lebih menarik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai