Suara.com - Pejabat kesehatan Inggris menemukan variasi baru dari varian Delta dengan mutasi yang mampu lolos dari perlindungan yang terbentuk oleh vaksin Covid-19 di Inggris.
Menurut mereka, variasi baru varian Delta ini memiliki mutasi yang ada pada varian virus corona lainnya, termasuk mutasi dari varian Beta (Afrika Selatan).
Varian Beta memiliki mutasi E484K yang telah terbukti lebih kebal dan bisa lolos dari sistem kekebalan tubuh kita.
Menurut penelitian, antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap vaksin Covid-19 masih teteap bekerja, tapi tidak terlalu kuat untuk melawan mutasi pada varian Delta baru tersebut.
Misalnya dilansir dari The Sun, vaksin Covid-19 dianggap kurang efektif melawan varian Beta yang memiliki mutasi E484K.
Data terbaru dari Public Health England (PHE) pun menemukan ada 17 kasus varian Delta baru dengan mutasi E484K yang terdeteksi di Inggris pada 13 September 2021. Dua kasus yang sama lagi terlihat di Skotlandia.
Secara global, varian virus corona ini telah dilaporkan sebanyak 99 kali, terutama yang paling sering di AS, Denmark dan Turki.
PHE mengatakan perubahan susunan dari varian Delta baru ini berpotensi mampu lolos dari kekebalan tubuh secara signifikan. Karena, varian Delta sebelumnya pun sudah menyebar lebih cepat dan menjadi varian virus corona paling dominan.
Terlebih, varian Delta juga memiliki beberapa fitur yang membuat vaksin Covid-19 kurang protektif terhadap infeksi tersebut. Meski begitu, dua dosis vaksin Covid-19 tetap memberikan perlindungan dan mencegah risiko rawat inap setidaknya 90 persen.
Baca Juga: Ahli Ungkap Potensi Munculnya Varian Baru Virus Corona dari Indonesia Jika Hal Ini Terjadi
Maka, penambahan mutasi baru pada varian Delta kali ini akan berpotensi membuat kinerja vaksin Covid-19 semakin lemah. Meskipun, cara terbaik melawan virus corona sekarang adalah suntik vaksin Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?