Suara.com - Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa Indonesia masih memerlukan peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang pentingnya penggunaan alat kontrasepsi.
Berdasarkan data, total peserta aktif KB di Indonesia saat ini mencapai 36,8 juta jiwa. Tetapi hanya 57 persen wanita menikah usia subur 15 hingga 49 tahun yang menggunakan kontrasepsi modern, dan sekitar 34 persennya berhenti karena alasan efek samping.
Aktivis Perempuan dan Pengamat Isu Kesehatan Reproduksi, Kalis Mardiasih, mengatakan bahwa edukasi mengenai kontrasepsi seharusnya menjadi pengetahuan dasar.
Terlebih ketika sudah banyak negara maju yang sudah menerapkan pendidikan seksual yang komprehensif.
"Pendidikan seksual yang komprehensif sudah banyak diterapkan di negara-negara maju, namun masih sangat sulit diperoleh di Indonesia," tutur Kalis, ketika menjadi pembicara dalam webinar perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia 2021, Rabu (29/9/2021).
Ia menyambung, "padahal, hal-hal sesederhana seperti cara menunda kehamilan, mengatur jarak kelahiran anak, dan mencegah penyebaran infeksi menular seharusnya dijadikan pengetahuan dasar."
BKKBN memberi imbauan bagi pasangan usia subur terkait perencanaan keluarga di masa pandemi, yakni:
- Merencanakan kehamilan dengan menghindari 4 Terlalu (4T)
- Tetap menggunakan kontrasepsi bagi pasangan usia subur yang menunda atau tidak ingin hamil lagi.
- Hubungi petugas kesehatan melalui telepon atau WhatsApp jika ada keluhan mengenai penggunaan kontrasepsi.
- Gunakan kondom atau pil KB jika tidak memungkinkan pergi ke tempat pelayanan KB, dan gunakan KB pasca persalinan bagi ibu yang melahirkan di tengah pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat