Suara.com - DNA merupakan materi genetik yang terdapat pada tubuh setiap orang yang diturunkan dari orangtua. Itu sebabnya, tes DNA seringkali diandalkan untuk membuktikan status pengakuan anak. Karena tes DNA dinilai akurat karena mencocokkan genetik antara orangtua dengan anak.
Dikutip dari Ruang Guru, DNA adalah singkatan dari deoxyribonucleic acid, dalam Bahasa Indonesia disebut ADN (asam deoksiribonukleat). DNA terletak pada inti sel di dalam struktur kromosom dan pada mitokondria.
Warna kulit, mata, bentuk rambut, dan sifat-sifat dari manusia ditentukan dari DNA tersebut.
DNA berbentuk seperti spiral ganda yang menyatu dengan rapat. Terdiri dari empat pasangan basa A, C, G, dan T yang merupakan komponen kimiawi dan mengandung nitrogen. Urutan basa pada molekul DNA itu yang menentukan informasi genetika di dalamnya.
Urutan itu yang pada akhirnya menentukan hampir seluruh wujud fisik manusia, mulai dari warna rambut, kulit, bentuk hidung, bahkan juga sifat.
Tiap manusia punya 23 pasang kromosom. 22 Pasang kromosom somatik dan sepasang kromosom penentu jenis kelamin. Kromosom XX menentukan seseorang dengan jenis kelamin wanita, dan XY jenis kelamin laki-laki. Ini didapat dari orangtua, setengah ibu dan setengahnya lagi dari ayah.
Seorang ibu mewariskan DNA mitokondria. Sesuai namanya, yaitu DNA yang ada pada mitokondria. Tes dengan mengambil DNA mitokondria bisa mengidentifikasi apakah memiliki hubungan keluarga secara maternal.
Caranya, dengan membandingkan DNA mitokondria yang dimiliki dengan ibu kandung, nenek, atau saudara kandung dari ibu.
Sedangkan, seorang ayah akan mewariskan kromosom Y pada anak laki-lakinya. Kromosom Y hanya dimiliki laki-laki yang kromosom seksnya XY. Kromosom Y itu tidak terdapat pada anak perempuan.
Baca Juga: Benarkah Gen Menentukan Segala Hal dalam Diri Kita Termasuk Kepribadian?
Sehingga, untuk membuktikan hubungan seseorang dengan keluarga pihak ayah, bisa dengan membandingkan kromosom Y seorang anak dengan ayah kandungnya, atau saudara kandung ayah.
Sementara tes DNA pada seorang anak perempuan dilakukan dengan mengambil DNA dari kromosom somatik. Hal ini dikarenakan ikatan DNA di bagian somatik hampir sama pada setiap orang karena fungsinya adalah membentuk fungsi serta organ tubuh.
Kalau terjadi kesalahan urutan, maka akan menyebabkan gangguan. Pada inti sel ini juga terdapat area yang dikenal sebagai area STR (short tandem repeats). Sifatnya unik karena berbeda-beda pada setiap orang.
Letak perbedaannya adalah pada urutan pasang basa yang dihasilkan dan urutan pengulangan STR. Urutan AGACC akan beda dengan seseorang yang memiliki untaian AGACT. Juga, dengan urutan pengulangan yang bersifat unik. Pola ini diwariskan oleh orangtua.
Tujuan Tes DNA
Proses tes DNA merupakan prosedur yang digunakan untuk tahu informasi genetika seseorang. Dengan ini, seseorang bisa mengetahui garis keturunan serta risiko penyakit tertentu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!