1. Mencegah kerusakan sel
Buah ciplukan adalah salah satu buah yang kaya akan antioksidan. Menurut sebuah penelitian yang dimuat pada Pharmacognosy Review, antioksidan adalah zat yang dapat melindungi dan memperbaiki kerusakan sel dalam tubuh akibat efek radikal bebas.
Buah ini juga mengandung fenolik dan antioksidan tinggi lainnya yang dapat melawan perkembangan sel kanker payudara dan kanker usus besar.
2. Melawan peradangan
Senyawa bernama withanolides dalam buah ciplukan memiliki manfaat untuk membantu melawan efek peradangan yang mengakibatkan penyakit radang usus. Hal ini disebutkan dalam sebuah penelitian yang dimuat pada Hawai’i Journal of Medicine & Public Health.
Lalu, penelitian lain yang dimuat pada Journal of Chron’s and Colitis menyatakan bahwa buah ciplukan juga dapat membantu mengurangi peradangan pada inflammatory bowel disease (IBD). Meski begitu, manfaat ciplukan ini masih diamati sebatas pada tikus.
Masih belum ada penelitian pada manusia secara langsung yang dapat membuktikan manfaat dari buah ciplukan ini. Akan tetapi, percobaan pada sel manusia membuktikan pertanda baik mengenai efek buah ini dalam mengatasi peradangan.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Sebuah penelitian pada tahun 2017 menyatakan buah ciplukan memiliki manfaat untuk membantu menguatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh berkat kandungan polifenolnya.
Polifenol adalah senyawa antioksidan yang bekerja untuk menghalangi pelepasan penanda sistem kekebalan tertentu ketika terjadi peradangan. Selain itu, buah ciplukan juga kaya akan kandungan vitamin C yang memiliki peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
4. Meningkatkan kesehatan tulang
Buah ciplukan memiliki kandungan vitamin K yang cukup tinggi. Vitamin K dalam buah ciplukan memiliki manfaat dalam proses metabolisme tulang, sehingga memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tulang.
Baca Juga: Viral, Pengajian Dipimpin Google Assistant, Warganet: Belajar Tajwidz dan Makharijul
Selain menjaga kesehatan tulang, vitamin K pada buah ciplukan juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan tekanan darah normal.
5. Meningkatkan fungsi penglihatan mata
Buah ciplukan memiliki kandungan zat lutein, beta karoten, dan beberapa jenis karotenoid lainnya. Kandungan yang terdapat dalam buah ciplukan ini memiliki manfaat dalam menurunkan risiko degenerasi makula yang dapat menyebabkan kebutaan.
Bahkan, zat lutein yang terdapat di dalam buah ciplukan memiliki khasiat dalam mencegah berbagai penyakit mata dan melindungi mata dari kebutaan yang disebabkan oleh penyakit diabetes.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil