Suara.com - Pilek adalah infeksi virus ringan pada hidung, tenggorokan dan sinus. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, bersin, batuk dan nyeri serta demam.
Semua gejala pilek itu bisa hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu dan bisa dibantu dengan parasetamol serta ibuprofen. Tapi, flu mungkin bisa lebih buruk pada tahun-tahun ini karena kekebalan tubuh orang yang melemah akibat menurunkan kontak sosial dengan orang lain selama pandemi.
Tapi dilansir dari The Sun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko keparahan gejala pilek, antara lain:
1. Makan bawang putih
Ahli gizi Cassandra Barns mengatakan bawang putih dapat membantu melindungi sistem kekebalan dan membantu meredakan flu. Karena, bawang putih memiliki sifat perlindungan yang sudah digunakan untuk meningkatkan kekebalan selama berabad-abad.
Karena bertindak sebagai pendukung kekebalan yang kuat, bawang putih membantu meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami dan meningkatkan efisiensi produksi antibodi.
2. Latihan fisik
Olahraga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan Anda. Dr Marilyn Glenville, ahli gizi dan penulis The Natural Health Bible for Women, mengatakan, olahraga mengurangi dampak hormon stres yang membuat kita lebih rentan terhadap pilek dan flu. Jadi, aktif secara fisik bisa membantu menghilangkan hormon stres yang bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh.
3. Kurangi minum alkohol
Baca Juga: Peneliti Pakai Air Liur untuk Deteksi Infeksi Virus Corona Covid-19 pada Anak
Kebanyakan minum alkohol bisa menekan sistem kekebalan tubuh. Pada gilirannya, hal ini akan membuat tubuh lebih mudah terserang kuman dan penyakit. Apalagi, minuman beralkohol juga mengandung cukup banyak gula.
4. Kelola stres
Saat Anda stres, lebih sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi penyakit. Cassandra mengatakan stres bisa menekan sistem kekebalan tubuh. Jadi, luangkan waktu untuk relaksasi.
5. Tidur yang cukup
Istirahat yang cukup bisa membantu mengatasi kelelahan, karena orang akan lebih rentan terhadap pilek dan flu ketika lelah. Tidur bisa memberikan waktu bagi tubuh untuk mengisi ulang energi dan memperbaiki sel-selnya.
Saat Anda tidak cukup tidur, Anda akan lebih mudah tersinggung, konsentrasi yang buruk, lelah dan lebih rentan terhadap infeksi. Karena, tubuh Anda tidak memiliki kekuatan untuk melawan ancaman penyakit tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan