Suara.com - Tidak semua konten dan tontonan yang ada di internet dan televisi memiliki manfaat untuk tumbuh kembang anak. Tontonan dewasa contohnya, bisa membuat anak terpapar perilaku buruk seperti kekerasan dan pornografi.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Nahar mengatakan, tontonan dewasa juga memengaruhi kesehatan mental anak.
“Dan ini akan memengaruhi kesehatan mental anak, dan itu harus dipastikan karena anak akan mengalami kecemasan dan rasa takut,” ungkapnya dalam acara Film Anak dan Kualitas Literasi Tontonan Kaum Milenial, Rabu (13/10/2021).
Ia memberikan contoh kasus anak yang terinspirasi dari film kekerasan dan tontonan dewasa. Mulai dari Kasus ABG Bunuh Bocah Yang Terinspirasi Dari Film, Aksi Dua Bocah Berciuman Meniru Adegan Sinetron, serta Bocah SD Meninggal Akibat Dikeroyok.
Pada kasus pertama, ini terjadi ketika pelaku membunuh bocah berusia 6 tahun di Sawah Besar, di mana pelaku berinisial NF (15) melakukan tindakan sadisnya yang terinspirasi dari film Chucky dan Slender Man.
Selanjutnya, kasus kedua terjadi ketika bocah melakukan aksi ciuman akibat dari tayangan sinetron Anak Jalanan. Parahnya, aksi dua bocah ini beradegan ciuman dengan mengunggah foto-foto tersebut di media sosialnya.
Terakhir, kasus akibat film kekerasan juga terjadi pada bocah SD yang mengalami pengroyokan oleh lima temannya. Di mana korbannya berasal dari Yayasan Islam Zaidar Yahya kelas 1 SD, berinisial Has.
"Tentunya ini menjadi catatan kita semua, dan kita tidak mengharapkan anak kita menjadi korban. Karena itu, semua kebijakan yang terkait informasi layak anak, ini dapat mendorong pemberdayaan khusus bagi anak dan remaja," ungkap Nahar lebih lanjut.
Agar tidak terjadinya kekerasan yang dilakukan anak lewat film yang ditonton, peran lembaga sensor sangatlah penting agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Bantah Perang Hastag Pecuma Lapor Polisi, Polri: Kita Jawab dengan Tupoksi
“Peran lembaga sensor ini, kami berharap bahwa film yang ditayangkan dapat mendukung pemenuhan hak anak serta mencegah pelanggaran hak anak,” ungkap Nahar.
Peran orangtua juga diharapkan agar anak dapat menonton tayangan yang berdampak positif. Sehingga anak dapat menonton tayangan yang bermanfaat dan berkualitas.
“Orangtua perlu memberikan arahan dalam memilih tontonan yang bermanfaat dan berkualitas, serta memilih tayangan yang sesuai dengan usia dan perkembangan mental anak,” pungkas Nahar.
Berita Terkait
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan, Berapa yang Harus Dibayarkan?
-
Bayi Zaskia Sungkar Lahir dengan Kondisi Langka
-
Ultah ke-4, Ameena Makin Kritis: Minta Kejutan Tengah Malam hingga Undang Tamu Sendiri
-
Didik Anak Beribadah, Fairuz A Rafiq dan Sony Septian Terapkan 'Rapor Ramadan'
-
Hukum dan Tata Cara Salat Sambil Gendong Anak seperti Thariq Halilintar
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi