Suara.com - Menyembuhkan penyakit atau sekadar meningkatkan daya tahan tubuh tak harus selalu konsumsi obat kimia. Tapi, tanaman obat juga bermanfaat untuk kesehatan.
Terlebih Indonesia yang kaya akan tanaman rempah, sehingga banyak jenis rimpang yang bisa digunakan sebagai obat hermal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri merekomendasikan konsumsi herbal yang berasal dari tanaman ibat tersebut. Dikutip dari situs resmi Kemenkes, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.
Pemanfaatan obat tradisional itu sebagai upaya memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional Covid-19 saat ini.
Beberapa contoh tanaman obat meliputi jahe merah, jahe, temulawak, kunyit, kencur, lengkuas, bawang putih, kayu manis, sereh, daun kelor, daun katuk, jambu biji, lemon, jeruk nipis, dan jinten hitam.
Sejumlah tanaman tersebut mudah ditemukan di pasar maupun bisa dibudidayakan sendiri di rumah.
Jika Anda termasuk penggemar jamu, berbagai rimpang bisa diolah menjadi minuman tradisional tersebut. Salah satu yang termudah dibuat sendiri di rumah adalah jamu kunyit asam.
Dikutip dari medical daily, kandungan kurkumin pada kunyit memiliki efek antioksidan dan antimikroba yang dapat menghentikan pertumbuhan mikroba juga bakteri. Kandungan itu melindungi Anda dari penyakit radang lambung, meningkatkan respons kekebalan tubuh, dan menjadi obat malaria.
Pemilik toko jamu 'Warisan 1983' Aafiyah Nuur pernah bernagi resep membuat jamu kunyit asam kepada suara.com. Resep ini untuk membuat kunyit asam dengan takaran 250 mililiter atau sekitar untuk satu porsi.
Baca Juga: Termasuk Depresi dan Asam Lambung, Psikolog Beberkan Dampak Mengerikan Pinjol Ilegal
Bahan:
- 100 gr kunyit
- 500 ml air
- 20 gr asam jawa
- 30 gr gula merah iris kecil
- 20 gr gula pasir
- Garam secukupnya
Cara pembuatan:
- Kupas lalu cuci bersih kunyit. Haluskan dengan cara diblender atau diparut. Setelah itu larutkan dengan air lalu saring.
- Pindahkan sari kunyit ke dalam panci.
- Masukan gula merah, gula pasir, dan asam Jawa.
- Aduk hingga mendidih dan masukan sejumput garam. Selama proses masak harus diaduk agar tak mengendap.
- Setelah mendidih angkat panci dan biarkan dingin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?