Suara.com - Menjelang akhir tahun 2021, sejumlah negara melaporkan adanya penurunan kasus Covid-19. Infeksi Covid-19 varian Delta yang mudah menyebar pun bisa ditangani, dengan meningkatnya cakupan vaksinasi di seluruh dunia.
Laporan ini ditandai dengan pelonggaran pembatasan oleh sejumlah negara yang sebelumnya menerapkan lockdown alias penguncian ketat. Strategi pengendalian pandemi berubah dari mencegah penularan dengan membatasi aktivitas masyarakat menjadi pengobatan untuk mencegah kematian.
Suara.com pun merangkum 5 negara yang sebelumnya menerapkan lockdown ketat namun sudah mencabutnya, dan siap hidup berdampingan dengan Covid-19. Mana saja?
1. Australia
Setelah pekan lalu membuka kota Sydney, pemerintah Australia juga akan mencabut status lockdown di kota Melbourne.
Pembukaan ini menjadi akhir masa lockdown di Australia yang telah menjalaninya selama 3 bulan terakhir.
2. Selandia Baru
Selandia Baru sempat melakukan lockdown di bulan Agustus hingga akhir September 2021, akibat penyebaran varian Delta Covid-19 yang sangat masif.
Namun menurunnya jumlah kasus ditambah cakupan vaksinasi yang membaik membuat kehidupan kembali berjalan seperti semula.
Baca Juga: WHO Ungkap Pandemi Covid-19 Bisa Berlarut HIngga 2022, Apa Sebab?
3. Singapura
Dengan hanya sedikit kasus kematian akibat COVID-19 dan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, Singapura berencana membuka kembali sektor bisnis dan bersiap menjalani hidup bersama virus corona seperti halnya dengan penyakit umum yang lain seperti influenza di bukan September 2021.
"Sementara gagasan tentang ratusan kematian akibat COVID-19 terlihat mengejutkan dibandingkan angka kematian selama ini dan layak dilakukan upaya pencegahan, itu setara dengan influenza yang tidak dipedulikan masyarakat," kata Alex Cook, pakar pemodelan penyakit menular di Universitas Nasional Singapura (NUS).
4. Brasil
Brasil sempat menjadi episentrum penyebaran COvid-19 wilayah Amerika Selatan tahun 2020 lalu.
Namun demi mengembalikan perekonomian yang terpuruk, presiden Jair Bolsonaro mencabut status lockdown dan hanya memberlakukan pembatasan regional di daerah-daerah dengan kasus Covid-19 yang tinggi.
5. Belanda
Belanda menjadi salah satu negara Eropa yang melakukan lockdown sejak awal tahun 2021. Aturan ini sempat menuai protes dari masyarakat karena tidak bisa mencari nafkah.
Namun tidak sampai 2 bulan, aturan lockdown dicabut dan digantikan dengan pembatasan ketat.
Berita Terkait
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya