-
Rentetan tembakan bersenjata memaksa Gedung Putih melakukan lockdown total pada Sabtu malam.
-
FBI dan Garda Nasional turun tangan mengamankan area saat Donald Trump menegosiasikan kesepakatan Iran.
-
Ratusan turis serta jurnalis kepresidenan kocar-kacir menyelamatkan diri dari puluhan dentuman peluru.
Suara.com - Ancaman keamanan di ring satu Gedung Putih kembali memicu evaluasi serius setelah insiden baku tembak fatal pada Sabtu malam. Penembakan ini mengungkap kerentanan nyata pada pos pemeriksaan luar perimeter kepresidenan.
Seorang pria bersenjata tewas diterjang peluru petugas setelah nekat melepaskan tembakan ke arah agen dinas rahasia. Peristiwa menegangkan ini memaksa otoritas menerapkan status penguncian (lockdown) darurat di kediaman presiden.
Identitas pelaku dipastikan sebagai Nesire Best, pria yang memiliki rekam jejak gangguan kesehatan mental dan kriminalitas lokal. Kasus ini memperpanjang daftar ancaman nyata dari individu tidak stabil terhadap simbol negara.
Aksi nekat pelaku bermula sekitar pukul 18.00 waktu setempat di pos penjagaan padat aktivitas. Pelaku mendekati titik pemeriksaan lalu mengeluarkan senjata api secara tiba-tiba dari sebuah tas.
Merespons ancaman mematikan tersebut, aparat penegak hukum langsung mengambil tindakan taktis terukur untuk melumpuhkan target. Tindakan cepat ini berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa di kalangan agen keamanan.
Dinas Rahasia Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan tegas diambil demi melindungi keselamatan objek vital negara. Kebijakan penggunaan kekuatan mematikan diterapkan karena situasi sudah sangat mengancam nyawa.
"Petugas membalas tembakan dan menembak tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit, tempat ia akhirnya meninggal dunia," kata Dinas Rahasia dalam pernyataan resminya.
Hingga saat ini, penyelidikan mendalam masih terus berjalan untuk mengungkap motif tersembunyi di balik serangan udara terbuka tersebut. Lembaga itu menyatakan, "Penembakan ini masih berada di bawah penyelidikan."
Drama baku tembak di kawasan pusat pemerintahan ini sayangnya turut melukai warga sipil yang berada di lokasi. Seorang pejalan kaki dilaporkan terkena peluru nyasar di tengah kekacauan situasi.
Baca Juga: Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran
Otoritas medis belum merilis informasi detail mengenai tingkat keparahan luka yang diderita oleh korban salah sasaran tersebut. Dinas Rahasia menambahkan, "Seorang pejalan kaki juga tertembak, tetapi belum jelas siapa yang melepaskan peluru yang melukai orang tersebut."
Enam pejabat senior penegak hukum yang menerima pengarahan resmi mengonfirmasi bahwa pelaku adalah wajah lama bagi kepolisian setempat. Masa lalu pelaku dipenuhi dengan catatan gangguan psikologis yang cukup mengkhawatirkan.
Presiden Donald Trump dipastikan berada di dalam gedung saat rentetan tembakan menggema di luar perimeter keamanan. Kendati demikian, tidak ada cedera yang dialami oleh presiden maupun para agen penjaga.
Pengetatan pengamanan di sekitar Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue NW kini diperketat guna mengantisipasi potensi ancaman lanjutan. Insiden ini menjadi alarm keras bagi efektivitas sistem proteksi berlapis di ibu kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut