Suara.com - Vitamin D adalah senyawa larut dalam lemak yang diproduksi dalam tubuh melalui paparan sinar matahari. Kurangnya jumlah vitamin D dalam tubuh bisa melemahkan kekebalan.
Tetapi, kurangnya vitamin D dalam tubuh yang terus diabaikan bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Sensai tidak nyaman di tangan dan kaki bisa menandakan tubuh kekurangan vitamin D.
Kekurangan vitamin D dalam tubuh ini bisa menyebabkan kesemutan, yang juga dikenal sebagai paresthesia. Kondisi ini biasanya berupa sensasi terbakar atau tertusuk yang tidak normal di lengan, tangan, pergelangan kaki dan kaki.
Kekurangan vitamin D juga berkaitan dengan angka, hilangnya perasaan dan nyeri pada lengan serta kaki.
"Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan kelainan bentuk tulang, seperti rakhitis pada anak-anak dan nyeri tulang yang disebabkan oleh osteomalacia pada orang dewasa," kata NHS dikutip dari Express.
Terlebih, vitamin D membantu tubuh menyerap jumlah fosfat dan kalsium yang tepat, keduanya sangat penting untuk membangun dan memperbaiki tulang.
Steve Jones, profesor emeritus genetika manusia di University College London (UCL), mengatakan vitamin D mengambil bagian dalam reaksi biokimia tubuh, tidak hanya mengisi celah beberapa jalur dalam tubuh seperti vitamin lainnya,
"Vitamin D mengontrol banyak fungsi tubuh, dari paru-paru ke jantung dan otak. Karena itu, asupan vitamin D sangat penting," kata Steve.
Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D secara alami melalui paparan sinar matahari. Tapi, Anda mungkin akan kekurangan asupan vitamin D selama musim dingin karena paparan sinar matahari yang lebih rendah.
Baca Juga: Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19
Pada bulan-bulan musim dingin, Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D dalam makanan, seperti ikan berlemak, daging merah, kuning telur, dan lainnya.
Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D. Tapi, minum suplemen vitamin D yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan sehingga beberapa orang mungkin harus menghindarinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026