Suara.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyoroti capaian vaksinasi di sejumlah provinsi yang masih rendah. Apa katanya?
Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, masih ada 21 provinsi yang capaian vaksinasi keduanya di bawah 30 persen. Sehingga perlu digenjot demi memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
“Masih terdapat 21 provinsi yang capaiannya kurang dari 30 persen. Mengantisipasi kenaikan kasus pada periode Natal dan tahun baru mendatang, penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan maksimal terhadap COVID-19 melalui vaksinasi dosis penuh,” ujar Wiku di Jakarta.
Dia mengatakan berdasarkan data dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) per 24 Oktober 2021, capaian vaksinasi dosis pertama di Indonesia baru mencapai 54,27 persen, sedangkan untuk kedua mencapai 33,89 persen.
Terdapat 12 provinsi yang telah mencapai cakupan vaksinasi dosis kedua di atas 30 persen yaitu DKI Jakarta, Bali, D.I. Yogyakarta, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Timur, Jambi, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
“Bahkan DKI Jakarta, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta 50 persen penduduknya yang telah di vaksin dosis penuh,” kata dia.
Maka dari itu, ia mengimbau kepada pemerintah daerah yang cakupan vaksinasi dosis keduanya kurang dari 30 persen untuk menggenjotnya. Sebab, vaksinasi dosis penuh dapat meminimalisir gejala berat, sehingga yang terkonfirmasi positif tidak harus dirawat di fasilitas kesehatan.
Di samping itu, Pemerintah juga tak lelah untuk terus mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat wajib untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan, terlebih di tengah aktivitas dan mobilitas yang semakin meningkat imbas melandainya kasus terkonfirmasi positif.
"Jika setiap orang bertanggung jawab untuk memakai masker, rajin mencuci tangan, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan, saya yakin tantangan ke depan yang akan kita hadapi seperti periode Natal dan tahun baru tidak akan menyebabkan ledakan kasus COVID-19,” kata dia.
Baca Juga: Publik Wajib Tahu! Jika Alami 11 Penyakit Ini Tunda atau Jangan Divaksin Dulu
Sebelumnya, Wiku mengatakan kenaikan mobilitas saat periode libur Natal dan tahun baru menjadi tantangan mempertahankan penurunan kasus yang tengah berlangsung.
Wiku mengatakan libur Natal dan tahun baru memang menjadi salah satu faktor meningkatnya kenaikan kasus. Pasalnya, terjadi kenaikan mobilitas masyarakat untuk berlibur dari satu tempat ke tempat lain.
“Kondisi kasus Indonesia yang saat ini sedang berada di titik terendah dan telah menurun selama 15 pekan perlu kita pertahankan agar tidak kembali meningkat pada saat periode Natal dan tahun baru,” ujar Wiku. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien