Suara.com - Kabar meninggalnya aktris Vanessa Angel dan suaminya Bibi Andiansyah membuat sedih banyak orang. Meski begitu, tidak semua orang menanggapinya dengan pantas, dan malah memberikan komentar negatif.
Bersamaan dengan kabar tersebut, beredar foto-foto kecelakaan berupa mobil yang telah hancur. Bahkan, menurut konsultan psikologi dari Shine Consulting, Lina Karlina, foto-foto yang berkaitan dengan kecelakaan bisa memicu trauma bagi korban yang terlibat dan juga keluarganya.
“Karena mendapat kabar salah satu anggota keluarganya yang meninggal saja itu sudah membuat perasaan shock, dan hampir tidak percaya, apalagi harus membayangkan kronologi kejadiannya dengan pemicu trigger tadi,” ungkap Lina saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/11/2021).
Walau hanya ingin mengucapkan duka, Lina mengatakan sebaiknya netizen Indonesia berusaha untuk menahan diri dan jangan ikut-ikutan menyebarkan foto terkait almarhum.
“Coba bayangkan bagaimana perasaan Anda jika Anda keluarga korban, Anda melihat foto-foto orangtua Anda atau anak Anda yg kecelakan menjadi bahan konten dan untuk menarik traffic di sosial media? Jadi, tahanlah jari, dan belajarlah untuk berempati,” ungkap Lina.
“Jadi jika mau mengabarkan, kabarkan saja dengan kata-kata disertai ucapan belasungkawa,” tutup Lina.
Sebelumnya diberitakan, Vanessa Angel dan suaminya Bibi Andriyansah meninggal dunia karena sopir yang mengantuk saat mengemudi di tol Nganjuk menuju Surabaya.
Hal ini terungkap melalui kronologis kecelakaan yang diungkap Dirlantas Polda Jawa Timur.
"Di ruas tol Jomol, kendaraan tersebut tiba-tiba menabrak beton pembatas kiri ruas tol dikarenakan sopir mengantuk," tulis keterangan tersebut, Kamis (4/11/2021).
Baca Juga: Usai Salat Jumat, Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Dimakamkan di TPU Ulujami
Berita Terkait
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan
-
Shaf Rapat tapi Empati Cacat
-
Budaya Adu Nasib di Media Sosial: Mengapa Kita Suka Membandingkan Penderitaan?
-
Seni Mengubah Empati Menjadi Skill di Buku The Empathy Effect
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia