Suara.com - Laju penularan Covid-19 di Indonesia saat ini berada di posisi rendah. Risiko penularan atau rate infection di Indonesia tercatat 0,4 persen. Rata-rata kasus baru juga di bawah 500 per hari. Meski membaik, masyarakat diminta tidak terlena. Juru bicara pemerintah terkait Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa ancaman gelombang ketiga Covid-19 masih bisa terjadi di Indonesia. Terutama pasca waktu libur Natal dan tahun baru.
"Sejak kita kewalahan Agustus kemarin sampai saat ini, prokes sudah baik, PPKM juga dijalankan dengan baik. Ini yang membuat kita aman. Jangan sampai kita lengah, jangan anggap remeh, kita kecolongan, sampai nanti timbul gelombang tiga," kata dokter Reisa dalam dialog sehat di TVRI, Selasa (9/11/2021).
Agar gelombang ketiga tidak benar-benar terjadi, dokter Reisa mengingatkan kalau antisipasinya harus dilakukan sejak sekarang. Ada atau tidaknya lonjakan kasus, sangat bergantung dari perilaku masyarakat.
"Semua tergantung kita. Kaya orang nanya, kapan pandemi selesai, semua tergantung sama kita. Kita bisa sampai kondisi hari ini karena kemauan prokes dan laju vaksinasi di masyarakat," kata dokter Reisa.
Ia menambahkan bahwa pemicu penularan virus corona di Indonesia berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat yang tidak melakukan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, dokter Reisa mengingatkan, kalaupun mobilitas tidak bisa dihindari, paling penting protokol kesehatan harus disiplin dilakukan.
Selain itu juga memastikan diri telah disuntik vaksin Covid-19. Karena manfaatnya bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga melindungi orang-orang yang belum bisa divaksinasi karena kondisi kesehatan tertentu.
"Makanya target pemerintah akhir tahun bisa mendekati 70 persen. Vaksin sudah tersedia banyak dan sudah didistribusikan juga. Karena vaksin di Indonesia sampai saat ini sudah lebih dari 320 juta dosis. Sekarang cakupan kita dosis pertama 60 persen. Dosis kedua 40 persen. Kalau kita bisa kejar kekurangannya, itu akan lebih baik. Apalagi di daerah yang level PPKM masih tinggi, ini harus digenjot vaksinasinya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak