Suara.com - Setelah lelah beraktvitas seharaian, pijat bisa menjadi salah satu kegiatan yang mengurangi stres dan juga lelas. Bahkan, pijat juga memiliki manfaat kesehatan seperti memulihkan otot tegang serta mengatasi masalah sakit punggung dan persendian.
Seperti halnya olahraga, manfaat pijat meningkatkan fungsi pembuluh darah karena mampu melemaskan otot sehingga peredaran darah lancar. Dengan longgarnya otot dan persendian, tubuh menjadi rileks dan lentur sehingga lebih mudah digerakkan.
Pijat juga dapat meredakan berbagai kondisi seperti kurang tidur dan kecemasan. Kurang tidur dan kecemasan bisa mengakibatkan penyakit lainnya. Selain itu pijat dapat mengobati masalah tersebut sehingga mencegah timbulnya penyakit lain.
Bagaimanapun juga, kesehatan berasal dari tubuh yang rileks dan pikiran yang tenang. Pelayanan pijat dan relaksasi yang menyenangkan bisa didapatkan di panti pijat atau spa.
Namun, sebagian orang memiliki kesibukan yang padat sehingga tidak sempat berkunjung ke panti pijat atau spa. Ditambah lagi jika tinggal sendirian di rumah, tidak ada orang lain yang bisa dimintai tolong untuk memijat.
Masalah tersebut sebenarnya dapat diatasi jika memiliki peralatan pijat sendiri di rumah. Dengan memiliki peralatan pijat sendiri di rumah, tubuh bisa menikmati pijat kapan saja setiap hari, dan bahkan tidak perlu menyisihkan biaya lagi untuk pergi ke panti pijat.
Salah satu alternatifnya ialah dengan Benbo sebuah peralatan pijat yang diklaim inovatif. Perusahaan ini mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, produksi, penjualan, serta aksesoris inti industri produk peralatan pijat yang inovatif.
“Selama satu dekade, Benbo telah menjadi perusahaan pijat yang andal. Senantiasa melakukan penelitian dan pengembangan, serta selalu menghadirkan inovasi dengan berbagai produk pijat kesehatan terbaru," Ericko selaku distribusi resmi Benbo di Indonesia
Ia mengatakan bahwa terdapat beragam jenis produk peralatan pijat, mulai dari kursi pijat, alat pijat bahu dan tulang belakang leher, alat pijat tangan, alat pijak betis dan telapak kaki, alat pijat mata, hingga bantalan pemanas lutut untuk meredakan nyeri lutut.
Baca Juga: Kisah Tukang Pijat Bocah, Nenek Naghi Usia 100 Tahun Bertahan di Situasi Pandemi
“Produk unggulannya sendiri saat ini ialah alat pijat tangan mekanis. Difasilitasi tiga mode yang terdiri dari mode perawatan kesehatan, mode relaksasi, dan mode vitalitas. Alat pijat ini mampu memberikan pijatan yang hampir serupa dengan pijatan manusia pada umumnya,” ungkap Ericko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026