Suara.com - Seorang bidan, Marley Hall, menyarankan ibu hamil untuk melakukan pijat perineum, setidaknya sekitar usia kehamilan 34 minggu. Menurut Marley Hall, pijat perineum bisa sangat bermanfaat menjelang kelahiran.
Pijat perineum ini dilakukan dengan cara memijat area kulit perineum, yakni antara lubang vagina dan anus. Pijatan ini bertujuan memberikan perhatian khusus pada area tersebut, sehingga lebih banyak darah mengalir ke jaringan perineum agar merenggang lebih mudah.
Jika perineum tidak dipijat menjelang waktu kelahiran, maka robekan perineum akan lebih mudah terjadi. Robekan itu membutuhkan jahitan yang bisa memperpanjang waktu pemulihan setelah melahirkan.
"Selain mengurangi risiko trauma, pijatan perineum ini membantu proses kelahiran pada tahap kedua, di mana kepala bayi keluar dengan lembut," kata Marley Hall dikutip dari Express.
Bagi beberapa wanita, robekan perineum bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Marley Hall mendorong ibu hamil melakukan pijat perineum tidak hanya untuk mengurangi risiko robek, tetapi juga membantu proses penyembuhan.
Bila perineum ini tidak robek ketika melahirkan, Anda akan lebih leluasa ketika duduk dan bergerak setelah melahirkan hingga beberapa Minggu berikutnya.
Menurut Marley Hall, banyak bidan telah merekomendasikan pijat perineum pada ibu hamil menjelang persalinan. Latihan ini sangat penting dilakukan sebelum kelahiran untuk mengurangi risiko trauma perineum.
Adapun waktu yang paling tepat untuk melakukan pijat perineum pada ibu hamil adalah setelah mandi. Pijatan ini akan membantu pembuluh darah melebar, sehingga membuat perineum lebih nyaman untuk disentuh.
Jika perineum Anda orbek ketika melahirkan, kondisi ini mungkin akan mempengaruhi otot-otot perineum dan membutuhkan jahitan. Robekan yang lebih luas mungkin juga bisa terjadi hingga membutuhkan jahitan, tetapi waktu penyembuhannya bisa memakan waktu 3 bulan.
Baca Juga: Kemungkinan Besar Virus Corona Covid-19 akan Menjadi Endemik, Apa Artinya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?