Suara.com - Attention-deficit hyperactivity disorder atau ADHD merupakan kondisi kesehatan mental yang umum, tetapi masih sering disalahpahami.
Gejalanya bisa berupa kurang memerhatikan, hiperaktif, dan impulsif. Bagi pengidap ADHD, perilaku tersebut sering terjadi dan mengganggu kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Berdasarkan The Conversation, ADHD dapat berkembang di usia 12 tahun dan biasanya berlanjut hingga dewasa muda. Kondisi ini dapat memengaruhi sepanjang hidup pengidapnya.
Sebenarnya, hingga kini belum ditemukan penyebab pasti dari ADHD. Ilmuwan menduga genetik memiliki peran, tetapi tidak ada yang tahu persis bagaimana hal ini berpengaruh.
Sementara itu, temuan selama bertahun-tahun mengaitkan kondisi ini dengan cara kerja otak dan lingkungan pribadinya.
Kebanyakan psikolog berpikir ADHD sebagai kondisi yang tidak dapat diubah. Dokter pun tidak dapat menyembuhkan ADHD.
Salah satu 'pengobatan' yang paling efektif adalah mengajar orang tua bagaimana agar lebih memperhatikan ketika anak-anak beraktivitas.
Orang tua dan guru dapat membantu anak-anak dengan mengarahkan berperilaku baik, daripada melalui hukuman dan mengoreksi perilaku anak-anak mereka.
Seiring bertambahnya usia, pengidap ADHD dapat menetapkan tujuan untuk diri mereka sendiri dan bekerja keras untuk mempelajari cara agar tetap teratur dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Studi: Tekanan Akademik Bukan Penyebab Terbesar Masalah Kesehatan Mental Remaja
Obat stimulan resep, seperti Adderall dan Ritalin, dapat membantu pengidap ADHD agar fokus lebih lama. Namun, tidak semua orang dapat meminumnya karena adanya efek samping.
Beberapa obat nonantistimulan pun tersedia, tetapi umumnya kurang efektif.
Jadi, peneliti menemukan bahwa pendekatan terbaik adalah dengan terapi perilaku terlebih dahulu, terutama untuk anak-anak kecil yang sudah didiagnosis ADHD.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien