Suara.com - Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Zat ini memblokir reseptor adenosin penyebab kantuk, yang menjadi alasan kopi mampu membuat Anda terus terjaga.
Stimulan ini memengaruhi tubuh dengan sangat cepat, yang mencapai tingkat puncaknya dalam waktu 30 hingga 60 menit. Pengaruhnya bisa bertahan tiga hingga lima jam.
Menurut American Academy of Sleep Medicine, kopi menyumbang 54% asupan kafein di dunia, sementara teh 43%.
Pengaruh Negatif Kafein terhadap Tidur
Kafein dapat menganggu tidur. Efek yang paling jelas adalah dapat membuat Anda sulit untuk tertidur.
Satu studi menemukan bahwa kafein dapat menunda waktu jam tubuh, dan dampaknya total waktu tidur Anda akan berkurang.
Efek buruk kafein bisa terjadi ketika Anda mengonsumsinya di sore atau malam hari. Satu studi menemukan, mengonsumsi kafein 6 jam sebelum tidur akan mengurangi total waktu tidur sebanyak satu jam.
Dampak ini bisa lebih kuat pada orang tua. Sebab, tubuh mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses kafein.
Jika mengonsumsinya dalam dosis, kafein dapat menyebabkan efek samping:
Baca Juga: KaIND Hadirkan Batik Scarf Bernuansa Modern, Pakai Pewarna dari Ampas Kopi
- Diare
- Berkeringat
- Mual
- Peningkatan denyut jantung
- Tingkat pernapasan meningkat
- Tremor otot
Sementara gejala penarikan bisa terjadi ketika Anda berhenti mengonsumsi kafein setelah melakukannya secara rutin dalam waktu lama. Gejalanya termasuk:
- Sakit kepala
- Kantuk
- Tingkat energi rendah
- Suasana hati yang buruk
Tetapi, kafein dapat meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan energi. Sehingga cocok dikonsumsi di pagi hari. Hindari meminumnya di sore dan malam hari.
Anda harus membatasi asupan kafein, yakni tidak lebih dari sekitar 300 mg hingga 400 mg per hari. Ini setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?