Suara.com - Penelitian baru yang dilakukan terhadap masyarakat Texas di Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi 13 kali lebih berisiko terinfeksi Covid-19 dan 20 kali lebih mungkin meninggal akibat virus tersebut.
Penelitian sendiri dilakukan oleh Departemen Kesehatan Texas, Amerika Serikat.
Perbedaan hasil kesehatan bervariasi di antara kelompok usia, karena orang yang tidak divaksinasi berusia 40-an memiliki kemungkinan 55 kali lebih besar untuk meninggal karena Covid-19.
Sementara orang yang tidak divaksinasi berusia 75 ke atas risikonya 12 kali lebih mungkin meninggal.
"Vaksin Covid-19 bekerja sangat baik untuk melindungi orang dari sakit dan kematian akibat Covid-19. Vaksinasi tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga diri Anda dan orang-orang yang dekat dengan Anda tetap aman dari penyakit mematikan ini," kata Kepala ahli epidemiologi negara bagian Texas Dr Jennifer Shuford dikutip dari Fox News.
Hampir 29.000 orang Texas telah meninggal karena Covis-19 selama 2021, dan 85,5 persen di antaranya tidak divaksinasi. Sementara 6,8 persen lainnya divaksinasi satu dosis dan 7,7 persen telah divaksinasi penuh.
Studi dari CDC yang lebih luas pada awal tahun ini juga menemukan bahwa orang Amerika yang tidak divaksinasi 10 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan 11 kali berisiko meninggal karena varian delta.
Tingkat vaksinasi Covid-19 di Texas sendiri saat ini baru mencapai 66,7 persen, mulqi dari usia 5 tahun ke atas. Sebanyak 57,9 persen di antaranya telah divaksinasi penuh.
Kemanjuran vaksin disebut berkurang dari waktu ke waktu. Terlebih program vaksinasi Covid-19 di Texas telah dilakukan sejak 10 bulan yang lalu.
Baca Juga: Peneliti Inggris Menemukan Cara agar Vaksin Covid-19 Selanjutnya Memiliki Aksi Ganda
Orang-orang yang saat itu mendapatkan suntikan vaksin pertama diminta untuk lakukan vaksinasi booster.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS telah memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin booster kepada semua orang dewasa yang menerima vaksin Johnson & Johnson dosis tunggal, serta orang tua dan orang dewasa tertentu dalam kondisi rentan yang menerima vaksin Pfizer atau Moderna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?