Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan enam hoaks terkait COVID-19 yang beredar dalam satu pekan terakhir, yakni pada periode 4- 10 November 2021.
"Berita- berita itu menyesatkan, dan masuk kategori disinformasi atau hoaks,” kata Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Dedy Permadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/11/2021).
Ada pun enam informasi yang mengandung kebohongan dan tidak benar itu didapatkan dari temuan tim Patroli Siber Kementerian Kominfo serta aduan-aduan dari masyarakat sebagai berikut:
- Pada 4 November 2021 ditemukan narasi hoaks terkait stroke menyerang anak-anak sebagai efek samping dari COVID-19.
- Lalu pada 5 November 2021, isu hoaks lainnya yang tersebar adalah penerima vaksin COVID-19 berisiko lebih tinggi mengalami limfoma dan autoimun.
- Kabar tidak benar kembali ditemukan pada 6 November 2021 yang menyebutkan vaksin COVID-19 memiliki tingkat kematian 174 kali lebih tinggi pada anak-anak daripada virus COVID-19.
- Berlanjut 8 November 2021, isu hoaks yang tersebar adalah vaksin Sinovac yang dinarasikan "only for clinical trial" atau hanya untuk uji klinis.
- Pada 9 November 2021, ditemukan narasi tidak benar mengenai Pfizer menambahkan zat untuk menstabilkan korban serangan jantung pada produk vaksin COVID-19 produksinya.
- Isu hoaks terakhir ditemukan pada 10 November 2021 tentang metode swab test menggores amigdala sering dilakukan di zaman Mesir kuno untuk mengubah budak menjadi patuh.
Keenam informasi itu beredar di media sosial dan tentunya dapat menyesatkan publik. Lewat penyampaian informasi ini, Kominfo berharap masyarakat tidak mempercayai keenam isu tersebut jika menemukannya di media sosial.
Secara akumulasi sejak Januari- 10 November 2021 tercatat 1.983 isu hoaks terkait COVID-19 pada 5.099 unggahan. Sebanyak 4.402 di antaranya berasal dari Facebook, sementara sisanya tersebar di Twitter, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Pemutusan akses sudah dilakukan pada 4.977 unggahan dan 122 unggahan lainnya tengah ditindaklanjuti.
Lalu terkait isu hoaks vaksinasi COVID-19 pada periode yang sama, Kementerian Kominfo mengidentifikasi 382 isu pada 2.398 unggahan di media sosial dan seluruh akses ke unggahan tersebut juga sudah diputus.
Terakhir, Kementerian Kominfo juga menemukan ada 48 isu hoaks pada 1140 unggahan mengenai PPKM untuk penanganan pandemi COVID-19. Sebanyak 983 unggahan telah diputus aksesnya sementara 157 unggahan masih ditindaklanjuti.
Kementerian Kominfo terus berkomitmen untuk memberantas penyebaran isu hoaks yang terjadi paling banyak di Facebook dan media sosial lainnya.
Baca Juga: Kominfo Beri Anugerah Indonesia Enterpreneur TIK ke 18 Perusahaan Rintisan
Untuk itu Kementerian Kominfo mengajak bisa berperan aktif dalam membagikan informasi dan jika mencurigai konten hoaks maka masyarakat bisa mengadu ke kanal aduan situs aduankonten.id atau mengirim surel ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. [Antara]
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
-
Diperiksa di Bui, Plate Lempar Tanggung Jawab Proyek PDNS ke Bawahan yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
21 Kode Redeem FC Mobile Aktif 28 Februari 2026, Ada Paket Ramadan dan Ribuan Gems Gratis
-
Cara Pre Order Samsung Galaxy S26 Series 2026: Cicilan Rp600 Ribuan per Bulan, Nikmati Galaxy AI
-
Ramadan 2026 Makin Canggih: Gemini AI Bantu Atur Puasa, Olahraga, hingga UMKM
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online
-
7 Pilihan HP Sekelas Samsung Galaxy S26: Performa Flagship, Fitur Jempolan
-
19 Kode Redeem FC Mobile 28 Februari 2026, Waktunya Panen Raya Ribuan Permata
-
33 Kode Redeem FF 28 Februari 2026, Celana Angel Ungu dan Topi Jerami Siap Hadir
-
Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
-
Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
-
OLX Luncurkan Kategori Barang Gratis untuk Mempermudah Berbagi Selama Ramadan