Health / Konsultasi
Kamis, 11 November 2021 | 20:48 WIB
Ilustrasi Covid-19 di China. (Dok. ANTARA)

Suara.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 masih terjadi di China, terutama di ibu kota Beijing. Pemerintah setempat bahkan telah menutup salah satu mal dan mengunci beberapa kompleks perumahan karena wabah Covid-19 makin meluas.

Mal Raffles City di Dongcheng, salah satu distrik di Beijing, ditutup pada Rabu (10/11) malam setelah ditemukan kontak dekat seorang pengunjung dengan pasien Covid-19, lapor Beijing Youth Daily.

Seketika, pintu keluar mal ditutup dan semua staf juga pelanggan di dalam tidak diizinkan pergi sampai seluruhnya selesai dilakukan tes Covid-19.

Video yang dibagikan melalui platform media sosial Weibo menunjukkan kerumunan pembeli masker mengantre untuk dilakukan tes di pusat perbelanjaan. Esok harinya, mal tetap tutup.

Warga mengenakan masker berjalan di sepanjang jalan pada hari yang berkabut dan tercemar di Beijing, China, Sabtu (6/11/2021). [JADE GAO / AFP]

China memang kembali lakukan tindakan pencegahan secara ketat di sejumlah wilayah dengan melakukan penguncian cepat, pengujian massal, dan pembatasan perjalanan. Meski begitu, pemerintah masih waspada sejak terjadi lonjakan infeksi secara nasional akibat perjalanan domestik dalam sebulan terakhir.

Enam kasus baru ditemukan di distrik pusat Beijing Chaoyang dan Haidian pada Kamis (11/11) pagi waktu setempat, media lokal melaporkan.

Lonjakan kasus juga terjadi selama pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Partai Komunis di Beijing.

Pejabat kesehatan Beijing mengatakan bahwa lebih dari 280 kontak dekat telah diidentifikasi, dari skrining terhadap hampir 12.000 orang di distrik Chaoyang dan Haidian.

"Hari ini adalah hari yang penting dan perlu untuk melacak sumber wabah sesegera mungkin," kata juru bicara pemerintah kota Xu Hejian, dikutip dari Channel News Asia.

Baca Juga: 7 Siswa SD di Kulon Progo Positif Covid-19, Kegiatan PTM Dihentikan Sementara

China masih berupaya lakukan strategi untuk mencapai nol kasus Covid-19. Akibatnya, sebagian besar perbatasan internasional masih ditutup sejak awal pandemi tahun lalu.

Load More